Tips Ketika Kamu Mendongeng.

Oh yaa, beberapa waktu lalu sempat ada lomba. Diantaranya lomba senam gemari untuk anak-anak play group, dan lomba senam juga untuk kakak-kakak TK. Nah selain itu bu guru nya juga ikutan lomba, yaitu lomba mendongeng.

Wiii, menarik ga guys menurut kalian? Kalau aku sih sudah pasti tertarik. Btw ada beberapa hal yang perlu diperhatikan nih saat mendongeng, berikut ini adalah tips-tips dari sang juri lomba :

  • Mendongeng itu menggunakan karakter suara yang berbeda, jadi bisa diketahui saat terjadi dialog. Pluss ga usah terlalu banyak tokoh di dalamnya, nanti susah untuk ganti karakter suaranya.
  • Untuk pemula, coba dulu deh dua karakter di dalam ceritanya. Kok dikit banget ? Ingatt, kamu masih harus menjadi si narator loh. Berarti total ada 3 suara ya? Yuppss, betul.
  • Ohiyaa, pelajari dan latih juga suara-suara seperti angin, air, atau gemuruh dan semacamnya, supaya cerita menjadi lebih hidup dan nyata.
  • Ketika mendongeng dan tidak ada alat peraga, maka si pendongeng harus lebih aktif bergerak dan berekspresi, supaya penonton tidak bosan dong tentunya.
  • Hmmm sepertinya itu sih intinya, selamat berlatih

Outing Sama Bocil-Bocil ke Kampus, Yuk Cuss!

Kemarin banget, menemani kegiatan anak-anak play group outing ke waduk UNDIP – Universitas Diponegoro. Sedikit aneh mungkin yaa, ngapain ngajak anak play gruop main di universitas? Huhu lucu sih. Tak apa, lagi pula ini kan untuk mengenalkan si anak terhadap hal-hal baru. Tapi asli deh, seru banget waktu kita ajak mereka ke kawasan UNDIP.

Pertama-tama kami sempat ajak mereka masuk sedikit ke kawasan kampus untuk mampir dan memberi makan sekawanan rusa yang di pelihara di wilayah fakultas peternakan. Bersama hampir 30 anak, 5 bu guru, beberapa orang tua, dan tentunya bapak supir angkotnya. Kami mampir dan masing-masing anak membawa beberapa batang sayur kangkung. Alhamdulillah, anak-anak super excited dan pada beraniiii sama hewannya.

Maksud saya bukan berani, terus nantang berantem gituu ya. Maksudnya adalah mereka tidak merasa takut untuk maju mendekat dan memberi makan si rusa. Pada beberapa anak saya sempat sampaikan juga, bahwa rusa ini sebenarnya tempat hidupnya bukan di kandang seperti ini, tapi di padang rumput yang luas. Mereka biasanya juga makan rumput.

“makan rumput seperti sapiii, bu Ainun !” teriak lukman

“iyaa” kataku datar (mohon maaf saat itu saya datang bulan hari pertama jadi rasanya sungguh menyiksa, hikss. But thanks dek adek gemes, kalian bikin aku sanggup bertahan).

“sapiii sama kambing juga makan rumput yaa, bu Ainun” si Latif yang duduk bersebelahan juga menimpali tidak mau ketinggalan.

Begitulah sekilas perbincangan gemes dengan anak-anak gemes. Setelah itu mereka lanjut bercerita segala hal yang ada di dalam fikirannya.

Lanjut dari kandang rusa, kami melaju ke arah timur, menuju waduk UNDIP yang juga bersebelahan dengan kawasan Stadion UNDIP, dan juga Rusunawa. Sudah ada yang pernah mampir ke waduk UNDIP? Mampir gih, di sana suasanya lumayan menyenangkan, dan segar mungkin yaa. Senangnya lagi, anak-anak ini menunjukkan rasa ketertarikan yang luar biasa.

Ingin banget rasanya ngoceh panjang lebar, menjelaskan dari A sampai Z, penjelasan mendasar mengenai waduk. Tapi apa daya, keringat dingin dan hampir menggigil rasanya badan saya waktu itu. Next time kita harus tanya-tanya nih bocah masih pada ingat pengalamannya kemarin tidak yaa. Hmmm, harus yaa nak, kamu harus ingattt! Hahaha.

Sesuai rencana, tujuan akhir kami adalah stadion olahraga UNDIP. Saat dua angkot yang kami tumpangi memasuki kawasan parkir stadion, seorang satpan berbaju putih, berlabelkan nama di baju nya… (mohon maaf pak saya lupa namanya) berjalan dari arah sudut selatan stadion. Pak satpam sudah siaga menyambut kami, karena mungkin beliau kaget yaa..

napa nih ada rame-rame, naek angkot masuk sini, ada apaan yak ?!

Keren lah pokonya menurut saya si bapak, karena langsung siaga. Yaah maklum karena kami memang tidak mengajukan ijin resmi sebelumnya. Mengingat kami hanya ingin jalan-jalan dan tengok-tengok sebentar. Blaa bla bla, basa basi menjelaskan kami siapa, dari mana, mau ngapain, boleh dehh, dapat ijin untuk masuk stadion. Alhamdulillah nya juga stadionnya sedang sepi seperti yang saya bayangkan. Mengingat hari itu memang hari dan jam kuliah.

Setelah makan camilan sebentar, anak-anak lalu lanjut masuk menuju stadion. Langsung lah mereka berhamburan berlari sepuasnya di lapangan yang luas. Duhh, alangkah senangnya saya melihat ini. Begitu antusias dan senang nya mereka melihat lapangan hijau yang luas. Mereka berlarian bersama-sama, kemudian mereka menemukan wahana latihan berbentuk tiang-tiang tinggi, tempat biasa orang berlatih gelantungan gitu.. apa ya namanya? Sampai hampir lupa waktu kami keasyikan menikmati pemandangan anak-anak yang bahagia berada di tempat terbuka begini.

Alhamdulillah yaa, one fine day for you guys and for me ofcourse. Hahaha. Ditutup dengan bu guru yang berfoto bersama dengan pose apa yaa, aku juga bingung tapi lucu, hehehe. Yang pasti hari itu, outing kami terasa sukses dan sangat menyenangkan. Sekali lagi, Alhamdulillah.

Anak Kecil Juga Bisa Telepati.

Beberapa hari ini bolos untuk menulis di blog.. parah banget yaa, padahal di dalam otak rasanya banyak sekali hal yang ingin dituangkan. Memang dasarnya malas saja untuk membuka laptop dan beralasan tempat yang kurang PW untuk menulis, ayoo stop ternak alasan Ainun.

Mari sekarang kita mulai dari kelas terakhir yang saya ikuti, yaitu hari selasa, 2 April 2019 kelas sebelum libur hari isra’ mi’raj. Hari itu murid-murid belajar di sentra balok, lokasinya ada di ruangan lantai dua, di pojok paling kanan gedung TK dan KBA Aisyiyah Padangsari.

Ada sebuah drama lucu saat kita akan memasuki kelas dan mencoba mengajarkan anak-anak beberapa kebiasan baru yang semoga saja akan berguna bagi mereka dimasa yang akan datang.

Sebelum masuk ke dalam ruangan kita akan berdoa bersama terlebih dahulu, kemudian anak-anak akan dibimbing untuk masuk secara berpasangan dan silahkan mencari pasangannya sendiri. Beberapa anak menyimak penjelasan Bu guru, namun beberapa tidak berkenan menyumbangkan perhatiannya. Malah tetap asik bermain di barisan paling belakang. Satu pasang anak murid sedang asik bermain di barisan paling belakang sebelum masuk kelas.

Sepertinya mereka bermain menimang anak kecil, karena mereka terlihat menggendong botol minumannya masing-masing persis seperti orang tua yang sedang menimang anak.

Diingatkan untuk ikut membaca doa sebelum memulai kegiatan belajar dan bermain dan bisa masuk kelas bersama, mereka bukan mengikuti. Tapi malah saling pandang-pandangan, kedua bola matanya sedikit melebar tanda agak panik, tidak bersuara, sepertinya juga mereka berkomunikasi dengan cara telepati, lalu sedetik kemudian salah satunya malah menaikkan bahu, tanda ”emm… Entahlah, main lagi saja!”.

Lalu mereka kembali asik bermain. Whatt dek whatttt? Menggemaskan banget sih mereka, ingin saya videokan momen itu tapi sudah terlanjur berlalu. Dan selanjutnya mereka harus meluangkan waktu khusus untuk berdoa sendiri disaat teman-temannya sudah masuk kelas dan ikut bermain.

Such a cute kids.