after JEDA

9 mei 2019

Dah lama absen ga nulis tentang sekolahan jadi sedihhh.

Ternyata jadwal cukup padat untuk membuat saya pucingg dan hampir tidak bisa berkutik. Ditambah sakit batuk dan pilek yang sempat nempel di tubuh selama beberapa waktu. Seperti benar-benar sekitar 5 mingguan. Bikin pusing dan deg-degan sendiri, kepikiran sebenarnya ini sakit apa.

Lalu dari mana sebaiknya saya memulai cerita? Memulai dari kesadaran saya yang terlambat memaknai arti perjuangan orang dewasa saat bekerja? Saat dimana walaupun sakit tidak berkesudahan selama beberapa waktu. Walaupun belum sempat benar-benar istirahat dan pulih betul. Tapi kita harus dengan ceria dan bahagian berangkat sekolah. Menyambut anak-anak (?).

“gimana kuat ga?” tanya ayah saya.

ketika saya yang sebenarnya saat itu sudah rapi mengenakan seragam sekolah, tapi masih mengulur waktu dengan tidur-tiduran. Karena rasanya seperti kehabisan unsur hara, dan berat rasa di kepala.

“ya gitu.. namanya juga orang kerja” tambah ayah saya lagi.

“ hmm.. oh gitu ya” gumam saya dalam hati, masih dengan wajah memelas tidak enak badan.

Singkat cerita, beberapa hari kemudian saya memutuskan pergi ke dokter untuk meminta obat. Dengan oleh-oleh obat pengencer dahak, pengencer umbel, dan obat apa yaa kok saya lupa. Alhamdulillah setelah itu badan lebih sehat, dan kepala ringan.

Dahhhh gitu aja ceritanya, wassalaam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *