Ngeluyur Sebentar di Pasar Beringharjo



Mungkin ini mainstream banget sih, because karena kita main ke Yogyakarta, kota istimewa penuh cerita. Seperti yang sudah-sudah saya tuh tidak pernah sungguh-sungguh pergi dengan alasan untuk berlibur. Nah kali ini nih saya lagi daftar kerja, dan lokasi tes nya bertempat di kota indah Yogyakarta. Senang deh, selain melancarkan misi mendapatkan pekerjaan juga sekaligus bisa curi waktu berwisata.

2018_1106_01051700

Amalia, Ainun, Alifati di persimpangan jalan mencoba memanfaatkan cermin cembung secara subjektif.

Halahh, sudah.. kita tuh bukan jalan-jalan ke tempat wisata gitu. Hanya mampir ke daerah Malioboro untuk lebih tepatnya menuju pasar Beringharjo, dan mampir ke caffe lucu bernama Lantai Bumi untuk sekedar bertemu teman ngobrol yang terpisahkan.

Nah saya bersama kakak tercantik (mb Alif), dan teman baru bernama Amalia yang sering saya panggil amal. Bertiga lah kita setelah di pagi hari yang cerah melancarkan aksi daftar ulang di Balai Karantina Ikan, Yogyakarta. Sengaja banget kita berangkat paling pagi agar-supaya bisa segera menuju Malioboro dan melacarkan aksi liburan. Hahaha. Tenang, tidak perlu merasa iri lihat saya liburan terus, karena kita menuju Pasar Beringharjo untuk menemani mba Alif belanja kebutuhan jualan dia. Di Pasar Beringharjo kita membeli beberapa tempat untuk display jualan mba Alif, semacam wadah hasil kerajinan tangan yang terbuat dari bahan rotan dan sejenisnya.

Untuk pertama kalinya berkunjung ke pasar ini dan rasanya menyenangkan. Kita parkir di belakang pasar setelah mengitari Malioboro, dan you know guys? Parkirnya Rp 10.000 , entah itu ada apa, apakah ini wajar atau tidak menurut kalian, padahal hanya parkir beberapa jam. Tapi menurut saya pribadi tidak wajar dong. Okee kembali lagi ke pasar nya, Pasar Beringharjo ternyata cukup besar, ramai penjual pembeli, dan luas. Ada beberapa lantai (sepertinya tiga), di pasar bagian depan diisi oleh para penjual baju, celana, topi, dan pakaian-pakaian lain seperti batik dan daster. Berjalan lebih jauh ke dalam ada yang berjualan topi, sandal, buah-buah, tas.

Ada yang suka dengan barang-barang kerajinan tangan seperti tas rotan, topi, hiasan kamar dan lain-lain? Ada banget nih, letaknya di lantai paling belakang atas dari pasar ini, dekat dengan tempat parkir mobil. Iyaa, ternyata ada tempat parkir di bagian atap pasar ini. Dan dengan harga normal. Sudahlah.

Mulai dari vas bunga, tas, topi, hiasan dinding, hiasan kamar, lampu gantung, gantungan kunci, taplak, mainan anak-anak, semuanya sungguh menggoda dan memanjakan mataku yang sangat senang dimanjakan dengan semua bentuk kerajinan tangan. Seperti ada cinta disetiap karyanya. Agelasihh, sok asik banget ga hahaha. By the way nih gengs kita menemukan toko tas rotan dan tas-tas lucu lainnya. Terutama tas handmade yang berbahan dasar “eceng gondok”, tau tanaman eceng gondok kan? Saya suka banget nih sama tas ini. Sempat kita berpikiran ingin buka jasa “Jastip” alias jasa titip, eh tapi tidak jadi. Sampai sekarang sudah di Semarang malah jadi kepikiran ingin berjualan tas rotan atau tas dari eceng gondok itu. Polos atau pun bergambar, duhh cocok banget dengan saya. Apalagi kalau dijual di tempat-tempat wisata sebagai salah satu cenderamata daerah wisata. Suka banget. Probably next time i going to be make it real, wish me luck. Love.

Mengingat hari yang sudah siang kami lapar, jadi kami melanjutkan perjalanan mencari makan di daerah Jakal alias Jalan Kaliurang. Jalanan ini ramai, padat dan Jogja banget. Tau kenapa? Baliho-baliho dari setiap toko tuh ngotot banget memenuhi ruang langit Kota Jogja di sepanjang jalanan. Terbayangkan tidak? Jadi coba bayangkan di sepanjang jalan raya ada pepohonan rindang yang menaungi badan jalan, nah sekarang gantikan pohon-pohon itu dengan deretan baliho yang ukurannya jumbo.

IMG_20181107_163733.jpg
can you see it? so many baliho life in this beautifull town

Sekalian sebelum kembali ke rumah, beristirahat dan belajar untuk persiapan tes besok hari. Kami mampir ke sebuah coffeshop (masih di kawasan Jakal) bernama Lantai Bumi. Cakep deh ini coffeshop nya, suka. Ohiyaa, disini saya ketemu teman namanya Paul. Jadi sebenarnya bukan teman lama sih, baru kenal beberapa bulan yang lalu, dan ternyata kita asik ngobrol dan akrab, so happy. By the way kita ketemunya pas di Morotai, yap my favorite dive spot.

Panjang yaa ceritanya, sama seperti hari yang saya lalui kemarin haha. Okeedehh, terimakasih sudah mampir dan membaca. Selamat berbahagia. Send my love.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *