Satu Jam Saja di Sekolah.

Ada cerita menarik nih kemarin, anggaplah setelah dua minggu saya ikut dalam kegiatan mengajar. Pada minggu kedua ini saya sedang memasuki rutinitas yang dirasakan semua wanita setiap bulannya, yaps datang bulan. Pagi itu berbeda dari hari yang biasanya, karena saya berangkat sekolah dengan badan yang terasa agak dingin dan secuil rasa sakit yang aneh di dalam perut. Seperti pertanyaan bu Tika dan bu Mimih pagi itu saat kami bersalaman “lohh kok lesu?” saya langsung meringis manis dan bilang “hehehe iyaa bu, lagi haid hari pertama” dengan wajah lesu tapi tetap manis.

Hari itu seperti hari-hari biasanya, kami membaca ikrar, afirmasi, bernyanyi, bercanda dan akan memulai latihan senam untuk lomba senam anak-anak. Sayangnya saya sudah hilang fokus. Inginnya ikut membantu dan merapih kan barisan anak-anak tapi malah rasanya seperti orang sedang menahan ngeden (buang air besar). Badan sudah keringat dingin dan seperti hampir menggigil.

Pada bu Mimih saya pamit, bilang saya di UKS sebentar karena badan sudah tidak enak banget rasanya. Bukannya merasa baikan, di dalam uks ternyata rasanya semakin dingin. Batin saya ini ruangan kok malah bikin semakin kedinginan, sampai-sampai hampir menggigil dan kaku. Belum lagi di dalam perut timbul rasa sakit yang aneh dan jadi mual. Saya berlari ke luar dari uks dan menuju deretan keran tempat anak-anak praktik wudhu. Dan, Alhamdulillah nya tanpa ada yang tau.. saya menuntaskan hajat mual saya.

Setelah itu rasanya badan saya sudah tidak bisa diajak kompromi lagi. Saya menuju bu Tika dan ijin untuk pulang dan istirahat dulu hari ini. Sungguh hari yang aneh rasanya, baru saja berangkat sekolah jam 7 pagi, dan sudah kembali pulang jam 8 pagi. Sesampainya di rumah? Jangan ditanya, saya langsung bergegas menuju kamar mandi dan menuntaskan rasa mual saya sejadi-jadinya. Belum pernah rasanya badan lemas tak berdaya seperti hari itu. Bahkan mau mengoleskan minyak tawon untuk diri sendiri saja rasanya sudah tidak sanggup.

Saya jadi merasa lucu sendiri kalau mengingat kejadian hari itu. Terbayang bagaimana saya biasanya ramah dan bisa tertawa-tawa gemas melihat anak-anak kecil sedang heboh bermain, tapi mendadak seperti otak saya tidak bisa dipakai untuk berfikir. Selain rasa sakit, dingin dan mual yang terdeteksi di dalam otak, hal lainnya seperti terlewatkan begitu saja.

Lain kali rutin minum kunir asem yaa Ay sayangku, 23 maret 2019.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *