Belajar Sabar

Kalau biasanya hanya bisa asal menyeletukkan teori “harus sabar” “tenang” “coba cari alternatif pembelajaran” “harus sabar menjelaskan ke anak-anak”. Sekarang seperti bentuk ujian nyata, dimana harus benar-benar sabar dan ingat untuk menjelaskan secara runtut kepada si bocil-bocil. Atau lebih tepatnya persiapan ujian sih buat saya hahaha. Hmmm, persiapan ujian yang luar biasa diawal waktu yaa.

Mulai dari banyak anak-anak yang masih galak, egois, dan kadang suka main tangan plus kaki. Ada yang suka teriak-teriak, masih tidak mau diajak mengaji. Atau bahkan yang mulai tumbuh dan semakin bertenaga, semakin doyan lari-larian. Sudah mulai harus tegas.

Kadang ingin hati marah-marah saja, tapi kan mereka masih anak-anak. Mereka bertingkah (yang menurut kita menyebalkan) seperti itu karena belum tau. Makanya harus dijelaskan secara runtut, perlahan, dan mungkin juga butuh berkali-kali.

Kadang ingin hati mengajak mereka belajar dari pada lihat mereka teriak-teriak lalu tidak lama malah menangis. Tapi cukup bingung juga apa yaa enaknya yang bisa dipelajari dan dijelaskan kepada mereka. Hemmm. Maka kadang sok-sok an membaca buku cerita bisa jadi jalan keluarnya. Eheee. Belajar mendongen terdengar seru yaa. Gimana menurut kamu? Dongeng apakah yang cukup menarik untuk dipentaskan?

Tidak Pernah se-Sehat Dulu Lagi.

(untuk beberapa waktu ini)

Beberapa hal mulai saya sadari saat memasuki dunia dewasa dan bekerja. Hidup dalam rutinitas yang lebih padat dan lebih monoton. Yaaa, walaupun tetap ada tantangan disetiap harinya. Ternyata ini yang namanya hidup itu belum hidup kalau tidak ada tantangan di dalamnya.

Dengan jadwal sekolah dimulai dengan hari senin hingga jumat setiap minggunya. Waktu untuk istirahat dan melakukan berbagai target kegiatan lain ternyata cukup susah untuk dilakukan. Seperti keperluan mencari barang dagangan, keinginan berkunjung ke tempat teman, target rutin berolahraga setiap minggunya, juga keinginan mengerjakan target lainnya di luar kegiatan sekolah. Ternyata ada-ada saja. Sama halnya juga ketika badan sedang merasa drop, membutuhkan istirahat yang panjang dan cukup lama. Tapi apa daya, belum juga pulih benar kita sudah harus berangkat ke tempat kerja.

Ternyata seperti itu kehidupan sebagai dewasa, menjadi sehat setiap saat adalah tuntutan. Ada kewajiban yang harus dituntaskan. Menggigil dan bergetar, pening dan rasa kepala seperti tenggelam harus kau kesampingkan. Apa kabar dengan yang dirasakan orangtuaku yaa? Cukup berbeda dengan saat dulu masih menjadi siswa di sekolah, dan juga ketika menyandang status mahasiswi.

“Aku sakit makk!” keluh saya ketika masih kecil dulu (atau seperti itulah kalau diumpamakan).

Kalau masih sekolah dan tidak enak badan sedikit, pasti bawaanya langsung ijin. Tidak masuk sekolah, seharian istirahat, besok kalau masih tidak enak badan, lanjuttt ijin lagi.

Apalagi jaman kuliah, jangan ditanya. Ngaku deh kalian, pasti doyan absen yaa hehehe. Maafkan daku yaa wahai orangtua. Kalian akhirnya mengetahui kenyataan ini.

Dengan kebiasaan yang begitu longgarnya, sekarang berubah habitat dan kebiasaan menjadi lebih padat, konstan dan monoton. Rasanya badan ini sedikit-sedikit agak kewalahan di beberapa kondisi.

Tapi bukan kah itu sisi menariknya ya? Mengetahui fakta-fakta baru, menyesuaikan lagi gaya hidup. Ahhh, hidup memang begitu asik saat ada tantangan. Walaupun memang begitu menyakitkan saat tantangan itu tidak berhasil kita takhlukkan.

Bagaimana dengan mu? Bagaimana ceritamu? Asik sekaligus melelahkan dan menyebalkan kah? Semoga apapun itu kau bisa mengubahnya menjadi energi positif. Love youu, happy reading.

Kenapa Ibu Saya Selalu Kenyang saat Pulang Kantor? Sekarang Saya Faham.

(dulu) Hampir setiap harinya ibu saya pulang kantor pada pukul 4 sore, atau setelah shalat ashar. Kadang beliau membawa jajan, atau sayur matang, atau ayam goreng, buah, kadang pepes ikan, kadang juga otak-otak yang beliau beli dari penjual yang rutin mampir di kantornya. Semua itu untuk persiapan makan malam tentunya. Karena ibu saya ke kantor dari pagi hingga sore dan tidak sempat berbelanja bahan masakan, apalagi memasaknya. Kadang sudah terlalu lelah saat menginjakkan kaki di rumah. Belum lagi anak-anaknya saat itu masih remaja-remaja yang belum sepenuhnya mengerti bagaimana cara membantu meringankan beban mamak nya ini.

Tapi entah mengapa hampir setiap malam saat jam makan malam ibu saya ini malah tidak ikut makan. Bukan karena makanannya kurang enak, atau jumlahnya kurang mencukupi.. tapi katanya beliau “sudah kenyang”. Heran saya tuh, ibu ini makan apa sih sebenarnya kok kenyang terus. Katanya “tadi di kantor banyak makanan..” atau katanya “tadi di kantor dah nyemil teruss..” tapi hampir setiap hari seperti itu, belum lagi kalaupun ibu saya makan malam, pasti makannya hanya sedikit. Pantas saja awet langsing nih emak dari jaman saya masih unyu-unyu (lucu) sampai se-imut sekarang.

Sekarang setelah kurang lebih dua minggu ikut ngantor dan ngajar di sekolahan yang semua rekan kerjanya adalah ibu-ibu guru, saya faham kenapa ibu saya selalu merasa kenyang saat pulang kantor. Berkaitan erat dengan ‘ibu-ibu’ dan kantor, ternyata ada suatu kebiasaan dan semacam ekosistem yang tercipta. Ekosistem ini merupakan kondisi dimana ibu-ibu selalu memiliki apapun untuk dimakan di sekitarnya.

Bukan secara sepihak menuduh bahwa ibu guru di sekolahan saya suka jajan melulu. Tapi adanya fasilitas snack untuk anak-anak paud di setiap penghujung kelas mereka, membuat para guru juga selalu kecipratan berkahnya. Diantara lain adalah adanya snack dengan jumlah yang berlebih untuk tenaga pengajar. Kadang juga orang tua murid menjadi sangat luar biasa dan senang membawakan jajan untuk para guru. MasyaAllah sangat! Kadang bahkan kami pulang membawa oleh-oleh camilan, bagaimana tidak kenyang terus yaa. Perut kita rasa-rasanya selalu terisi, kadang saya juga jadi mulai malas untuk makan malam. Seperti terlalu banyak muatan yang dimasukkan ke dalam sistem pencernaan tubuh ini.

Yeahh, now i know it mom, i know how you feel. Ahad, 24 maret 2019.

Bersangkutan dengan catatan di atas saya juga jadi selalu bersyukur karena selalu mendapat nikmat yang sangat banyak. Belum lagi karena hal ini saya juga jadi sedikit berkurang keinginan untuk jajan karena sudah merasa kenyang duluan. Semoga hari mu indah yaa gengs.