Kenapa Ibu Saya Selalu Kenyang saat Pulang Kantor? Sekarang Saya Faham.

(dulu) Hampir setiap harinya ibu saya pulang kantor pada pukul 4 sore, atau setelah shalat ashar. Kadang beliau membawa jajan, atau sayur matang, atau ayam goreng, buah, kadang pepes ikan, kadang juga otak-otak yang beliau beli dari penjual yang rutin mampir di kantornya. Semua itu untuk persiapan makan malam tentunya. Karena ibu saya ke kantor dari pagi hingga sore dan tidak sempat berbelanja bahan masakan, apalagi memasaknya. Kadang sudah terlalu lelah saat menginjakkan kaki di rumah. Belum lagi anak-anaknya saat itu masih remaja-remaja yang belum sepenuhnya mengerti bagaimana cara membantu meringankan beban mamak nya ini.

Tapi entah mengapa hampir setiap malam saat jam makan malam ibu saya ini malah tidak ikut makan. Bukan karena makanannya kurang enak, atau jumlahnya kurang mencukupi.. tapi katanya beliau “sudah kenyang”. Heran saya tuh, ibu ini makan apa sih sebenarnya kok kenyang terus. Katanya “tadi di kantor banyak makanan..” atau katanya “tadi di kantor dah nyemil teruss..” tapi hampir setiap hari seperti itu, belum lagi kalaupun ibu saya makan malam, pasti makannya hanya sedikit. Pantas saja awet langsing nih emak dari jaman saya masih unyu-unyu (lucu) sampai se-imut sekarang.

Sekarang setelah kurang lebih dua minggu ikut ngantor dan ngajar di sekolahan yang semua rekan kerjanya adalah ibu-ibu guru, saya faham kenapa ibu saya selalu merasa kenyang saat pulang kantor. Berkaitan erat dengan ‘ibu-ibu’ dan kantor, ternyata ada suatu kebiasaan dan semacam ekosistem yang tercipta. Ekosistem ini merupakan kondisi dimana ibu-ibu selalu memiliki apapun untuk dimakan di sekitarnya.

Bukan secara sepihak menuduh bahwa ibu guru di sekolahan saya suka jajan melulu. Tapi adanya fasilitas snack untuk anak-anak paud di setiap penghujung kelas mereka, membuat para guru juga selalu kecipratan berkahnya. Diantara lain adalah adanya snack dengan jumlah yang berlebih untuk tenaga pengajar. Kadang juga orang tua murid menjadi sangat luar biasa dan senang membawakan jajan untuk para guru. MasyaAllah sangat! Kadang bahkan kami pulang membawa oleh-oleh camilan, bagaimana tidak kenyang terus yaa. Perut kita rasa-rasanya selalu terisi, kadang saya juga jadi mulai malas untuk makan malam. Seperti terlalu banyak muatan yang dimasukkan ke dalam sistem pencernaan tubuh ini.

Yeahh, now i know it mom, i know how you feel. Ahad, 24 maret 2019.

Bersangkutan dengan catatan di atas saya juga jadi selalu bersyukur karena selalu mendapat nikmat yang sangat banyak. Belum lagi karena hal ini saya juga jadi sedikit berkurang keinginan untuk jajan karena sudah merasa kenyang duluan. Semoga hari mu indah yaa gengs.

The Secret



“Harus dirahasiakan dongg !” kata Kakak Saya waktu Saya tanya pernah baca buku ini atau belum.

IMG20180616220123

Penulisnya Rhonda Byrne, mulai Saya baca sejak tgl 6 mei 2018, dan sekarang sudah lebih dari satu bulan untuk membaca buku ini. Awalnya sama sekali tidak tertarik, tapi bentuknya yang kecil dan tidak tahu ada dorongan apa Saya baca beberapa halaman awal. Yang awalnya tidak peduli, sekarang jadi kecanduan dan merasa harus dibaca sampai tuntas bahkan Saya merasa harus mampu menerapkan apa yang disampaikan dalam buku ini.

Sesuai dengan namanya, dalam buku ini sang penulis katakan dia ingin membongkar rahasia kepada dunia, dan ternyata sudah di film kan. Soo, Saya rasa kelak namanya bukan rahasia lagi.. mungkin pengetahuan umum?

Then langsung saja, bahwasanya rahasia yang ingin disampaikan itu dinamakan “Hukum Tarik-Menarik”. Yapp, namanya sesimpel itu saja. Dikatakan dimana sebuah fikiran dapat terjadi tepat seperti apa yang ada dalam fikiran itu. Seperti suatu hal akan terjadi sesuai dengan apa yang kamu inginkan, atau apa yang kamu minta. Apa yang kamu minta, yang kamu fikirkan akan menarik hal itu benar-benar terjadi di masa depan. Semesta akan mendengar permintaanmu, dan akan mewujudkannya.

Mungkin untuk beberapa orang tidak dapat menerima apa yang disampaikan oleh buku ini berdasarkan alasannya masing-masing. Tapi bagi Saya hal ini masuk akal atau mungkin sebenarnya tidak, hanya saja memang otak Saya setuju untuk menyepakatinya. Dalam pandangan lain mungkin ini seperti sesuatu yang memberikan harapan. Namun yang Saya sukai adalah inti dari semua itu mengajak kita untuk selalu berfikir positif, dan optimis.

Teman Saya sempat bilang takut untuk melanjutkan buku ini, ada ketakutan seperti bagaimana kalau dia memikirkan hal-hal buruk secara terus menerus dan itu akan terjadi? Sebenarnya dia percaya, tapi mungkin karena ketakutan itu muncul dan dia memilih tidak mempercayai sepenuhnya (?) who knows.

By the way Saya tetap lanjut baca buku ini, ada satu hal yang kurang Saya senangi namun rasanya menjadi bagian yang cukup penting dalam penerapan hukum tarik menarik. And the book told me “cara menggunakan rahasia”.  Langkah nomor satu adalah Meminta, kemudian Percaya, dan yang terakhir adalah Menerima.

Sesuai dengan apa yang terangkum dalam buku ini dikatakan :

  • Proses penciptaan membantu Anda menciptakan apa yang Anda inginkan dalam tiga langkah sederhana : meminta, percaya dan menerima.
  • Meminta apa yang Anda inginkan kepada Semesta adalah kesempatan untuk menjelaskan apa yang Anda inginkan kepada diri sendiri. Ketika permintaan itu menjadi jelas di benak Anda, Anda sudah memintanya.
  • Percaya melibatkan bertindak, berbicara, dan berfikir seakan-akan Anda sudah menerima apa yang anda minta. Ketika Anda memunculkan frekuensi menerima, hukum tarik-menarik akan menggerakkan orang, peristiwa, dan situasi kepada Anda untuk menerima.
  • Menerima melibatkan perasaan seperti yang Anda rasakan ketika permintaan Anda terwujud. Merasa baik dan senang pada saat kini akan menempatkan Anda pada frekuensi yang Anda minta.

Pada tahapan ketiga disampaikan juga bahwa Anda perlu membayangkan dan benar-benar mempercayai, memvisualisasikan perasaan dan seperti apa kondisinya ketika keinginan Anda menjadi nyata. Saya merasa agak terganggu dengan hal itu, seperti ada sedikit unsur keterpaksaan, seperti kamu terlalu memaksakan bahkan sampai ke tahap dimana kamu harus berkhayal-khayal.

Tapi ketika Saya lanjutkan lagi dan sambil mencoba meminta hal yang Saya inginkan (jujur saja permintaan Saya tidak lepas dari keragu-raguan di dasar hati). Dan tanpa sadar ternyata Saya beberapa kali membayangkan kejadian-kejadian ketika mimpi Saya menjadi nyata. Sempat kaget, apa Saya sudah terpengaruh oleh buku ini?

Namun rasanya penjelasan dari tiga tahapan proses di atas bukanlah sesuatu yang dibuat-buat. Melainkan penjelasan masuk akal dari apa yang selama ini kita lakukan, bahkan tanpa kita sadari. Tanpa kita sadari selama ini otak kita telah menerapkan hukum tarik-menarik. Kita hanya tidak sadar seberapa berdayanya kekuatan fikiran kita.

Masih ada beberapa penjelasan seru dari buku ini, mungkin nanti akan Saya lanjutkan. See you <3