something about Malioboro.



Masih di seputar Yogya, melancong sebentar di tempat paling banter di bicarakan orang sebagai ikon kota Yogya. Malioboro, yap. Wajah Malioboro ternyata sudah banyak berubah sejak terakhir kali saya mengunjungi nya. Entahlah kapan terakhir kalinya. Tapi seingat saya dulu saat masih di bangku sekolah,keluarga saya selalu mudik ke Yogya. Walaupun jauh di desa daerah Kulon Progo tapi demi menyenangkan si anak, akhirnya orangtua mau saja menyempatkan mampir di Malioboro. Barang lewat saja tanpa berhenti atau pun turun dari kendaraan saya sudah bahagia.

Malioboro dan keramaian pedagang di sepanjang kanan jalan berhamburan rapi di teras-teras ruko. Pemandangan khas pasar yang sederhana di kota yang istimewa.

Ngobrol-ngobrol tentang Malioboro, saya tadi iseng banget cari sejarah tentang pasar Malioboro di Google. Ternyata Malioboro punya cerita sejarah yang cukup menarik, hmm yakah? Malioboro sendiri ternyata dalam bahasa sansekerta artinya bunga atau karangan bunga, dan dibangun bersamaan dengan pendirian Kraton Yogya. Apakah ada arti dari semua itu? Saya pun kurang tahu. But another interesting things about Malioboro adalah sering kali dikaitkan dengan tiga tempat sakral di Yogya, antara lain Gunung Merapi, Kraton Yogya, dan Pantai Selatan.

Gerbang Pecinan

Ohiyaa, yang ini juga penting. Ternyata dulu Malioboro merupakan lokasi terjadinya serangan umum 1 Maret 1949 melawan Belanda. Ini saya yang buta sejarah apa ya? By the way dalam perang itu Indonesia mampu menduduki Yogya selama 6 ham, dan hal itu menjadi bukti kepada dunia bahwa Indonesia ada dan mampu. MasyaAllah perjuangan para pendahulu kita.

Masih tentang Malioboro pada masa yang dahulu (dan sekarang) terletak diantara Kraton Ngayogyakarta dan Tugu Pal putih. Yogya sendiri memiliki konsep kota yang jalanannya dikonsep dengan mengikuti arah mata angin. Konsep itu diwujudkan dalam bentuk bangunan, di utara dan selatan. Selain itu bisa dilihat dari jalanan nya yang juga dirancang mengarah ke penjuru mata angin, dan berpotongan tegak lurus. Menarik bangettt sih menurut saya, tapi entah kenapa rasanya masih kurang faham hanya dari membaca artikel-artikel di google. Anyone can help?

Sudah, mari kita melompat pada masa sekarang seperti semua hal yang masih dapat saya dan kalian para pemirsa saksikan. Di sepanjang jalan Malioboro yang bergerak kendaraan satu arah ini, di bagian utara terdapat stasiun tugu. Sepanjang jalan menuju selatan berjejer kawasan pertokoan dan penjual kaki lima, bapak tukang becak dan juga delman hehe. Kantor Gubernur DIY, gedung DPRD, pasar induk Beringharjo, Istana Presiden Gedung Agung, dan di bagian ujung selatan juga terdapat Benteng Vredeburg yang bersebelahan dengan lahan parkir luas.

Hmm buat yang main ke Malioboro dan kebingungan mencari tempat shalat, taukah kalian guys kalau ada masjid cantik berwarna biru-putih, bersih, dan bikin shalat jadi semakin khusyuk. Selain cantik, bersih, berhubung kita berada di kawasan wisata yang ramai sehingga saat akan whudu dan shalat kita perlu melepas sandal dan itu menciptakan kemungkinan sandal terinjak-injak jema’ah lain (dan kemungkinan hilang juga ada). Eh ternyata dong disediakan tas biru berbahan kain-kain tipis macam tas belanja gitu, untuk menyimpan sandal ataupun sepatu kita di situ dan bisa dibawa masuk untuk disimpan di loker atau dimana tempat kamu para jema’ah mau mengamankannya. Duhh, pengertian banget kan. Ini ternyata definisi pengertian, love. Gengges, kalian kalau wisata ke Malioboro bisa nih shalat disini saja.

sumber, terimakasih :

https://news.okezone.com/read/2016/07/22/510/1444590/inilah-sejarah-dan-makna-jalan-malioboro-di-yogyakarta

http://djogdjamedia.blogspot.com/2015/11/sejarah-singkat-jalan-malioboro.html

Malioboro Yogyakarta



Ngeluyur Sebentar di Pasar Beringharjo



Mungkin ini mainstream banget sih, because karena kita main ke Yogyakarta, kota istimewa penuh cerita. Seperti yang sudah-sudah saya tuh tidak pernah sungguh-sungguh pergi dengan alasan untuk berlibur. Nah kali ini nih saya lagi daftar kerja, dan lokasi tes nya bertempat di kota indah Yogyakarta. Senang deh, selain melancarkan misi mendapatkan pekerjaan juga sekaligus bisa curi waktu berwisata.

2018_1106_01051700

Amalia, Ainun, Alifati di persimpangan jalan mencoba memanfaatkan cermin cembung secara subjektif.

Halahh, sudah.. kita tuh bukan jalan-jalan ke tempat wisata gitu. Hanya mampir ke daerah Malioboro untuk lebih tepatnya menuju pasar Beringharjo, dan mampir ke caffe lucu bernama Lantai Bumi untuk sekedar bertemu teman ngobrol yang terpisahkan.

Nah saya bersama kakak tercantik (mb Alif), dan teman baru bernama Amalia yang sering saya panggil amal. Bertiga lah kita setelah di pagi hari yang cerah melancarkan aksi daftar ulang di Balai Karantina Ikan, Yogyakarta. Sengaja banget kita berangkat paling pagi agar-supaya bisa segera menuju Malioboro dan melacarkan aksi liburan. Hahaha. Tenang, tidak perlu merasa iri lihat saya liburan terus, karena kita menuju Pasar Beringharjo untuk menemani mba Alif belanja kebutuhan jualan dia. Di Pasar Beringharjo kita membeli beberapa tempat untuk display jualan mba Alif, semacam wadah hasil kerajinan tangan yang terbuat dari bahan rotan dan sejenisnya.

Untuk pertama kalinya berkunjung ke pasar ini dan rasanya menyenangkan. Kita parkir di belakang pasar setelah mengitari Malioboro, dan you know guys? Parkirnya Rp 10.000 , entah itu ada apa, apakah ini wajar atau tidak menurut kalian, padahal hanya parkir beberapa jam. Tapi menurut saya pribadi tidak wajar dong. Okee kembali lagi ke pasar nya, Pasar Beringharjo ternyata cukup besar, ramai penjual pembeli, dan luas. Ada beberapa lantai (sepertinya tiga), di pasar bagian depan diisi oleh para penjual baju, celana, topi, dan pakaian-pakaian lain seperti batik dan daster. Berjalan lebih jauh ke dalam ada yang berjualan topi, sandal, buah-buah, tas.

Ada yang suka dengan barang-barang kerajinan tangan seperti tas rotan, topi, hiasan kamar dan lain-lain? Ada banget nih, letaknya di lantai paling belakang atas dari pasar ini, dekat dengan tempat parkir mobil. Iyaa, ternyata ada tempat parkir di bagian atap pasar ini. Dan dengan harga normal. Sudahlah.

Mulai dari vas bunga, tas, topi, hiasan dinding, hiasan kamar, lampu gantung, gantungan kunci, taplak, mainan anak-anak, semuanya sungguh menggoda dan memanjakan mataku yang sangat senang dimanjakan dengan semua bentuk kerajinan tangan. Seperti ada cinta disetiap karyanya. Agelasihh, sok asik banget ga hahaha. By the way nih gengs kita menemukan toko tas rotan dan tas-tas lucu lainnya. Terutama tas handmade yang berbahan dasar “eceng gondok”, tau tanaman eceng gondok kan? Saya suka banget nih sama tas ini. Sempat kita berpikiran ingin buka jasa “Jastip” alias jasa titip, eh tapi tidak jadi. Sampai sekarang sudah di Semarang malah jadi kepikiran ingin berjualan tas rotan atau tas dari eceng gondok itu. Polos atau pun bergambar, duhh cocok banget dengan saya. Apalagi kalau dijual di tempat-tempat wisata sebagai salah satu cenderamata daerah wisata. Suka banget. Probably next time i going to be make it real, wish me luck. Love.

Mengingat hari yang sudah siang kami lapar, jadi kami melanjutkan perjalanan mencari makan di daerah Jakal alias Jalan Kaliurang. Jalanan ini ramai, padat dan Jogja banget. Tau kenapa? Baliho-baliho dari setiap toko tuh ngotot banget memenuhi ruang langit Kota Jogja di sepanjang jalanan. Terbayangkan tidak? Jadi coba bayangkan di sepanjang jalan raya ada pepohonan rindang yang menaungi badan jalan, nah sekarang gantikan pohon-pohon itu dengan deretan baliho yang ukurannya jumbo.

IMG_20181107_163733.jpg
can you see it? so many baliho life in this beautifull town

Sekalian sebelum kembali ke rumah, beristirahat dan belajar untuk persiapan tes besok hari. Kami mampir ke sebuah coffeshop (masih di kawasan Jakal) bernama Lantai Bumi. Cakep deh ini coffeshop nya, suka. Ohiyaa, disini saya ketemu teman namanya Paul. Jadi sebenarnya bukan teman lama sih, baru kenal beberapa bulan yang lalu, dan ternyata kita asik ngobrol dan akrab, so happy. By the way kita ketemunya pas di Morotai, yap my favorite dive spot.

Panjang yaa ceritanya, sama seperti hari yang saya lalui kemarin haha. Okeedehh, terimakasih sudah mampir dan membaca. Selamat berbahagia. Send my love.