Discover Bodjong Route with Bersukaria Walk.

Lets discover Semarang deeper than local ever did

Satu-satunya tulisan Bodjong yang masih ada di sepanjang jl. Pemuda.

Slogan milik Bersukaria Walk yang saya baca di media sosial mereka. Pertama kali diajak ikut sama teman yang namanya Anita, eh tapi kemarin saya pertama kalinya ikut malah bareng Ecik. Menelusuri jalur yang dahulu namanya adalah jalan Bodjong. Berdasarkan apa yang disampaikan mbak Icha (story teller nya) nama ini berasal dari bahasa Belanda yang Bod artinya kapal, dan jong artinya pemuda. Jadi kalau digabungkan berarti pemuda kapal atau di maknai sebagai jalan tempat berkumpulnya para pelayar,sesuai dengan ceritanya jaman dulu dimana banyak para pelayar yang (bahasa keren nya) nongkrong di sepanjang jalanan Bodjong ini.  Mengingat Semarang memang kawasan pesisir yang memiliki pelabuhan besar, yang menampung berbagai bentuk kegiatan seperti pengangkutan barang. Ohyaa, dan sampai sekarang pun jalan Bodjong di beri nama jl. Pemuda.

Pada rute Bodjong ini kami mulai dengan titik temu di depan Pasar Raya Sri Ratu di jl. Pemuda menelusuri rute Bodjong menuju Tugu Muda. Kami berjalan beramai-ramai seperti anak ayam yang mengikuti induknya. Sepanjang jalanan yang di lalui, kami diberi penjelasan mengenai beberapa tempat lengkap dengan nilai-nilai sejarahnya. Kami juga diajak menyeberang jalan-jalan, mencoba memanfaatkan fasilitas publik yang sudah disediakan (*mungkin?) Hahaha tidak juga sih sebenarnya, antara lain itu adalah rute terbaik untuk menjelaskan, membawa peserta berjalan-jalan dengan santai, dan menurut saya membuat suasana lebih menarik.

Mulai dari toko buku paling tua di sepanjang jalan Bodjong atau malah di Semarang, toko antik yang menjualkan uang-uang lawas dan dari berbagai jenis mata uang, kantor Bank Mandiri yang dulunya adalah kantor pemerintahan paling bergengsi, rumah yang diperkirakan milik seorang konglomerat di Semarang dan satu-satunya rumah di jl. Pemuda, Mall Paragon yang dulunya adalah salah satu tempat dengan hall yang luas dan sering digunakan untuk pertemuan, perjamuan dan sebagainya. Bahkan sekolah-sekolah seperti SMA 5 dan SMA 3 juga punya nilai-nilai sejarahnya, asik yaa bisa kenal lebih dalam. Walaupun sebenarnya yang benar-benar nyangkut di otak saya cuman berapa persen sih haha. Maklum kann, yang disampaikan sepanjang perjalanan tuh banyak banget loh, mungkin kamu harus cobain sendiri.

Sebelum menyeberang ke Tugu Muda kita juga sempat di jelaskan tentang sejarah Lawang Sewu loh. Sudah pada tahu Lawang Sewu kan? Ikon wisata kota Semarang ini diketahui adalah perkantoran Belanda jaman dahulu, sempat juga jadi kantor atau stasiun kereta api ya, saya agak rancu disitu. Eh tau ga, katanya total pintu disini sebenarnya hanya 920 pintu. Namun begitu, mungkin susah gampang saat menjelaskan nya sehingga di genapkan menjadi seribu hehehe. Saya sih tidak keberatan, bagaimana dengan kalian? Dan juga, lawang sewu adalah tempat wisata ter-ramai kedua di jawa tengah setelah candi Borobudur loh.

Lanjut menuju Tugu Muda, kami menyeberangi jalan ramai yang penuh dengan kendaraan dan rambu-rambu lalu lintas yang kalau dihitung nih, cukup lama loh nunggu lampu merahnya supaya bisa menyeberang. Seumur-umur hidup di Semarang belum pernah mampir ke Tugu Muda, dan ini pertama kalinya, ternyata berada di dekat bundaran Tugu Muda yang punya air mancur tuh, langsung disambut sensasi gerimis-gerimis gitu. Seger khann, lumayan adem-adem. Demi melanjutkan tour dan mengantarkan matahari sore pamit dari Semarang, kami asyik mendengarkan cerita terakhir hari itu.

Tugu Muda, siapa yang belum tahu cerita yang tersimpan di dalam tubuh tugu ini? Memiliki lima sisi dengan relief-relief yang memperlihatkan gambar yang berbeda, maksud daripada tugu ini adalah antara lain untuk memperingati pertempuran lima hari di Semarang. Saat dengar penjelasan itu saya khusyuk dan ikut-ikutan merenungi perjuangan para pahlawan kita, mendadak nasionalis kan saya. Oh iyaa, dengan ikut Bersukaria Walk kamu bisa dapatkan penjelasan yang lebih bermanfaat loh, bisa sekaligus tanya-tanya juga. Selamat bersukaria katanya, love.

Sekedar informasi tambahan, kalau kamu ingin ikut bersukaria walk yang seperti saya ikuti ini, gampang banget. Kamu tinggal cek di akun instagram mereka @bersukariawalk klik link yang ada di bio mereka dan daftarkan diri kamu lewat situ. Pay as you want, lohh. Selain rute yang sudah disediakan, kamu juga bisa memesan rute dan tour privat loh, just and go contact them. See you.