Who Doesn’t Love Sunset?

Sebentar lagi senja.

Hai kalian, semoga berbahagia.

bimantara03woow-com_ios-1477-4831-9395-2318-9559.jpg
don’t you think it’s beautiful, when the sunset not actually seen, but still make me falling in love. (location : swering desa yayasan)

Jadi beberapa waktu belakangan ini saya hobi banget mantengin senja. Cahaya jingga keemasan, oranye, merah muda, terus perlahan berubah semakin gelap, menjadi semburat warna ungu, biru dan semakin gelap seiring terbenamnya matahari. Dulu sepertinya saya tidak terlalu tertarik menikmati senja atau disini kita sebut saja sunset. Karena ketika saya menyebutnya senja, kesannya saya puitis banget ahhaaha.

Ingat banget sempat rajin dengarin youtube yang mana Bang Abimana Aryasatya lagi bacain cerpen yang isinya tentang “Sepotong Senja Untuk Alina”. Ternyata cerpen ini berimbas saya jadi doyan mengamati sunset, ketika saya tinggal di Morotai selama enam bulan. Ternyata sih seperti tertanam di alam bawah sadar ahhaa. Tapi sebenarnya saya lebih suka sunrise, karena rasanya bikin lebih bersemangat setelah menyaksikannya. Hanya saja, saya sedikit kurang tergugah untuk berkeliling mencari sunrise di Morotai hahaha. Hmmm tapi sempat sih satu kali dapat sunrise di Museum Trikora, akibat lari pagi bareng Rama, Buyung, and Ko Bims.

p_20180227_071924.jpg
ini moment waktu saya nungguin sunrise, tapi tidak terlihat yaa? mendung sih.

Singkat cerita nih, saya mau bikin katalok beberapa foto sunset yang sempat tertangkap kamera. Soo… selamat menikmati.

IMG-20180502-WA0013
cantik banget yaa? lupa sih ini foto diambil dimana, tapi cantik banget.

Bagaimana sunset menurut definisi mu? Saya sempat cari artikel tentang arti senja atau dalam bahasa inggris sunset, dimana sunset diartikan sebagai bagian waktu dalam hari atau keadaan setengah gelap di bumi sesudah matahari terbenam.

_DSC0043
Pemandangan dari swering (swering itu dinding semen pembatas pantai). Waktu ambil foto ini, rasanya seperti di negeri dongeng yang ada berbie-berbie nya, tentunya berkat gumpalan awan yang dengan dasyat menggantung di langit laut Morotai.
_DSC0029
Menoleh ke kanan sedikit kita sudah bisa menikmati sunset dengan pemandangan pelabuhan Kota Daruba. Awannya sedikit tebal hari itu, tapi cuaca tetap aman terkendali.

Pingin dengarin cerita tentang cerpen yang dibacakan Abimana ga? Jadi si Abimana ini berperan sebagai Sukab yang punya pacar bernama Alina. Ceritanya bermula ketika Sukab yang sedang menikmati sunset di tepi pantai yang indah secara tiba-tiba teringat akan pacarnya yang sedang long distance, kemudian muncul ide si Sukab untuk mengambil sunset itu  dan dikirim untuk pacarnya, Alina.

Ketika Sukab mengambil sunset itu, orang-orang yang juga sedang menikmati sunset marah dibuatnya. Tentu saja, karena Sukab menciptakan sebuah lubang hitam berbentuk persegi panjang, tepat dimana matahari hanya tersisa setengah bulatan sebelum terbenam, bahkan beserta pantulan cahaya keemasan dipermukaan lautnya, yang dia potong secara rapi untuk Alina. Dan bagaimana orang-orang bisa menikmati suasana sunset yang penuh daya tarik?

Sunset dengan cahaya merah dan oranye keemasan kata Sukab, dia ingin sekali memberikannya untuk Alina.

img_20180515_182624_261.jpg
Bergeser sedikit ke rumah Om Adam, foto sunsetnya diambil dari depan rumah Om Adam yang mepet dengan pantai. Lumayan blurr fotonya, mengingat bermodal kamera hp biasa.

Tidak lama setelah itu Sukab menjadi buronan polisi karena mencuri sunset hari itu. Lucu yaa. Hebatnya, Sukab berhasil lolos dari kejaran polisi, dan menitipkan sunset yang diambilnya sebagai surat cinta untuk Alina. Yaa.. seperti layaknya sebuah surat, sunset itu dia masukkan ke dalam amplop, dan dikirimkan melalui kantor pos.

P_20180508_185031 (1)
Ini juga dari depan rumah Om Adam, tapi agak ke laut karena kita nongkrong di dermaga kayu di situ. Ada modelnya, tapi tidak pakai bayaran karena bukan model profesional 😉
Screenshot_20180623-170943
don’t you see the beauty of this photo? couse i do.
img_20180608_181122_342-11-e1532345409902.jpg
Bukan sepenuhnya sunset sih, mungkin masih sekitar 15 menit sebelum sunset. Lokasi di pelabuhan Kota Daruba, dan di sana bersandar kapal Geovani yang menjadi transportasi laut Morotai-Ternate.

Perjalanan yang cukup berat menemani Pak Pos pengantar surat dalam cerita ini. Dan surat dari Sukab menjadi surat terakhir yang harus diantarkan nya. 10 tahun yang harus ditempuh oleh Pak Pos, iyaa.. 10 tahun. Mengapa bisa begitu? Pak Pos ini, dia begitu penasaran dengan isi surat cinta Sukab. Sehingga begitu dia membukanya, dia malah terhisap kedalam potongan gambar sunset itu.

Entah seperti apa 10 tahun yang dilewati oleh Pak Pos di dalam potongan gambar sunset itu, menakjubkan katanya. Suatu ketika dia berhasil keluar dan terburu-buru mengantarkan surat milik Sukab. Maka surat cinta Sukab akhirnya sampai juga di tangan Alina. Tidak disangka, Alina malah membencinya setengah mati.

DCIM100MEDIADJI_0012.JPG
Spot menikmati sunset yang sama dengan foto pertama di blog ini, swering. Sepertinya foto ini saat airnya sedang surut, kamu bisa lihat dari adanya batang pohon besar yang cuman terlihat saat surut.

Begitu dibukanya amplop berisi surat cinta itu, surat cinta yang diterjemahkan Sukab dalam bentuk sunset, yang dicurinya 10 tahun lalu, yang membuatnya menjadi buronan polisi. Begitu Alina membuka surat itu, Alina kesal setengah mati, air laut keluar dan membanjiri seluruh tempat tinggal Alina, matahari yang hampir terbenam itu pun ikut keluar dari amplop. Alina membalas surat cinta yang dikirimkan oleh Sukab dengan kebencian dan kesal, begitu kejamnya. Bagaimana tidak? 10 tahun lamanya, dan ketika sampai, surat cinta itu bisa dibilang tidak masuk akal.

Cahaya merah dan oranye keemasan yang dicuri oleh Sukab, berakhir dengan pahitnya.

This photo is taken by AllWinner's v3-sdv
Army dock, salah satu tempat paling favorit dan fenomenal untuk menikmati sunset di Morotai. Kamu penasaran ingin lihat sunset dari sini?
IMG_20180724_185151_710
Nah ini foto di army dock, dan sepertinya ini sunset pertama saya di Morotai.

Banyak sekali spot asyik untuk menikmati sunset di Morotai. Ada juga spot cantik dari Pulau Dodola, waktu itu saya juga sempat menyaksikan sunset dari sana. Sayangnya tidak saya abadikan dengan kamera. Salah satu teman saya dari jawa malah sempat bilang sunset di Morotai itu paling cantik.

IMG_20180724_185148_466
The best and the perfect sunset ever from Morotai Island. (location : Pelabuhan feri)
img_20180606_183831_476.jpg
Salah satu foto sunset favorit saya deh ini sepertinya. Sebenarnya ini diambil dalam perjalanan pulang, dan warna langitnya benar-benar cantik hari itu. Meskipun agak blurr yaa..

Menurutmu bagaimana dengan cerita cinta Sukab? apakah menarik? atau menikmati sunset tetap lebih menarik?

bimantara03@woow.com_iOS-6386-3725-5656-7520-7069
Bagaimana kalau yang satu ini jadi penutup? indah yaa, walau tidak dengan langit yang dihiasi cahaya merah dan oranye keemasan milik Sukab. Kalau ini sih diambil dari pelabuhan Daruba, dengan pemandangan pulau kapa-kapa.

catatan : beberapa foto adalah koleksi orang lain, tidak semua saya yang jepret.

Thanks, enjoy your sunset.

Ainun Ngapain sih di Morotai ?



What i did in Morotai?

Selama enam bulan terakhir semenjak lulus dari kuliah, Saya menghabiskan waktu dengan merantau ke Pulau Morotai. Pulau yang dijuluki The Pearl of Pacific, berada di ujung utara Kepulauan Maluku, salah satu pulau paling ujungnya Indonesia. Dan sebenarnya Saya ngapain sih disana? Jadi, Saya jauh-jauh hinggap di Morotai begitu jauhnya dari kota asal Saya di Jawa, tidak lain dan tidak bukan untuk mencari pengalaman pekerjaan.

IMG-20180531-WA0004
haloo! tebak Saya lagi ngapain ;D

di Morotai Saya bekerja (yang mana dalam kontraknya dikatakan Saya magang) di sebuah dive center, namanya Shark Diving Indonesia. Suatu dive center yang terkenal dengan wisata selam bersama lebih dari selusin hiu blacktip yang tampangnya kadang garang dan ganteng-ganteng, tapi kelakuannya ramah banget loh sama para penyelam yang datang. Dan juga wisata selam untuk melihat peninggalan pesawat dari perang dunia kedua, and another unic and beautiful dive spot. Sebenarnya magang disini bagi Saya lebih terasa seperti sedang liburan setelah lulus kuliah, sebelum benar-benar kecemplung dalam dunia kerja yang lebih keras.

Saya sendiri di Shark Diving menjabat sebagai dive coordinator. Yap! Tugas utama Saya adalah mengkoordinir segala kebutuhan dan merencanakan trip penyelaman. Jadi kalau ada tamu, atau Kamu-Kamu semua mau diving bisa hubungin Saya. Hahha. Iyaa, ini beneran loh. Nantinya Saya akan memersiapkan kebutuhan trip, mulai dari biaya yang dibutuhkan, siapa saja guide yang akan memandu penyelaman, kemana tujuan penyelamannya, alat-alat yang dibutuhkan dalam trip, dan hal lain seperti siapa saja kru yang akan terlibat dalam trip ini. Kadang Saya sendiri juga bisa berlaku sebagai guide, jika dibutuhkan.

IMG-20180512-WA0002
Potret dari salah satu trip yang paling seru selama Saya magang.

Dalam beberapa hal, misalkan tamu yang akan diving dalam jumlah besar maka koordinasi akan datang dari Pak Gharonk, yang punya-punya (pengulangan kata ini bukan salah ketik, memang ingin) Shark Diving Indonesia. Pak Gharonk sendiri sehari-hari nya tinggal dan bekerja di Jakarta. Tapi Saya di Morotai tetap sebagai perpanjangan tangan Pak Gharonk, jadi Saya harus pastikan siapa saja yang akan nge-guide dan beberapa hal lainnya.

Yang seru buat Saya sih semua hal seperti how to manage a trip, memahami logat, perkataan, budaya orang-orang Morotai dan bagaimana bersosialisasi dengan masyarakat Morotai harus kita lakukan secara bersamaan dan bagaimana agar bisa balance. Hahaha. Event sampai penghujung masa magang Saya toh, semua itu belum berhasil Saya lakukan dengan baik. But it’s ok. Sometimes you should let go and forgive your self, for everything you have done. Bukan dalam artian memanjakan diri dan merasa ga bersalah, tapi memaafkan diri sendiri atas kesalahan yang kita lakukan itu lebih baik. Maka kita akan membuka kesempatan bagi diri sendiri untuk memperbaikinya, bukan sibuk menyesali dan mengutuk diri sendiri.

Eitss tugas Saya belum selesai disitu, Saya juga bertanggung jawab sampai urusan per-bendaharaan di dive center. Ini berat kalau Kamu mau tahu, dan tambah berat kalau tidak pernah kamu jalani. Jadi ketika Saya menjalaninya, hal-hal yang Saya kira berat ternyata tidak seburuk kelihatannya kok. Dan ini berlaku untuk hal apapun, yakin. Asalkan Anda, Kamu percaya pada diri sendiri. Jangan sampai kehilangan kepercayaan pada diri sendiri, itu adalah hal terburuk dari segala kondisi.

Begitulah kira-kira pekerjaan Saya di Morotai, dan sisanya nyelam-nyelam kapan saja kalau mau, dan ikut teman main kesana kemari melihat seperti apa Morotai.



Spot Diving Paling Wajib Dikunjungi di Morotai



Sejauh dan selama pengalaman Saya diving di morotai, ada beberapa spot yang menjadi favorit dan menurut Saya pribadi menjadi spot yang wajib dikunjungi. Bristol Beuford Wreck, Aru Point, Blacktip Point, dan Underwater Vulcano menjadi empat spot diving kesukaan Saya. Bukan hanya berdsarkan keindahan coral yang menjadi patokan Saya, tapi masing-masing punya keunikan yang mungkin tidak kamu temukan di tempat lain di Morotai dan sekitarnya.

Sesuai namanya Bristol Beuford Wreck, yang adalah spot diving dimana penyelam bisa melihat bangkai pesawat milik negara sekutu saat terjadinya perang dunia II, pada kedalaman 40 meter di bawah permukaan air. Pada kedalaman itu kita bisa melihat beberapa kendaraan seperti geep dan beberapa pesawat lain yang jaraknya berdekatan. Ternyata pesawat-pesawat ini memang sengaja di tenggelamkan oleh sekutu saat selesainya perang dunia II.

Ada sensasi yang berbeda muncul saat Saya melakukan deep dive, apalagi bonus bisa melihat salah satu peninggalan sejarah dunia yang monumental. Sayangnya kita tidak bisa berlama-lama untuk mengamati peninggalan sejarah ini, karena letaknya yang berada di kedalaman 40 meter membatasi waktu penyelaman dan mengharuskan kita untuk merangkak dan berenang-renang pada tempat yang lebih dangkal.

And also, thats why Saya belum punya foto sebagai bukti dan kenangan bahwa Saya sudah pernah menyelam di Bristol Beuford Wreck hhaaha. Tapi kalian-kalian wajib sih diving disini, masuk must list to do before you guys die.

Aru point, salah satu spot yang entry nya harus jalan atau berenang sekitar 200 atau 300 meter. Buat sebagian orang Saya rasa hal itu pasti melelahkan, tapi terlepas dari itu percayalah tempat ini menyimpan underwater view yang pasti Kamu bakal suka. Dengan kontur dasarnya yang berupa dinding alias wall, menyuguhkan hamparan hard coral, soft coral, and all living things yang sangat ciamik, menarik dengan bentuk dan warna-warnanya yang beragam.

Belum cukup sampai disitu, pada kisaran kedalaman 25 meter Kita juga bisa menemukan karang bolong yang membentuk lubang seperti huruf O. Atau kadang juga Kami menyebutnya dengan OK Point. Kalau belum percaya dengan cerita Saya, mungkin Kamu harus buktikan sendiri.

Dan yang paling terkenal dikalangan tamu-tamu atau diver yang datang ke Morotai, pastinya blacktip point. Yang satu ini adalah spot andalan paling wajib diselami. Para penyelam akan dibawa menyelam menggunakan boat dari pelabuhan Daruba menuju Pulau Mitita, blacktip point. Selanjutnya langsung menyelam pada kedalaman 18-20 meter di bawah permukaan laut.

Disini leader atau guidenya akan mencari perhatian dari balcktip reef shark yang memiliki kisaran panjang tubuh 1-1,9 meter, dengan cara melakukan feeding. Saat feeder memberikan umpan ikan untuk hiu, penyelam lain memposisikan diri berhadapan dengan feeder pada jarak 1-2 meter atau lebih. Saat menyelam dengan hiu Kita harus tenang dan tidak menimbulkan gerakan-grakan berlebihan dan tiba-tiba karena bisa mengagetkan bagi hiu tersebut, apalagi kalau sampai mau mengejar hiunya. Jangan yaa, ga bakalan terkejar juga hehe.

Sedikit informasi seputar feeding shark adalah Kita menggunakan ikan tongkol atau tuna yang sudah dipotong-potong menjadi beberapa bagian sebagai umpan hiu, kadang juga beberapa tambahan insang. Penggunakan ikan ini sesuai dengan jenis makanan yang dikonsumsi oleh hiu secara alami. Selain itu shark feeder juga menggunakan baju besi seperti pakaian perang jaman dahulu, shark armor namanya. Baju besi ini dipakai bukan karena si hiu suka menyerang manusia, tapi lebih kepada standar operasional sebagai bentuk antisipasi mengingat penglihatan hiu yang tidak terlalu baik dan lebih mengandalkan scaning gelombang elektromaknetik pada mangsanya.

Dan satu lagi tempat yang perlu banget dikunjungi adalah Underwater Vulcano. Yang satu ini unik banget menurut Saya. Sebenarnya lokasinya cukup jauh dari Pulau Morotai, memakan waktu cukup lama, dan pengalaman Saya saat menyelam disana sebenarnya kurang memuaskan. Tapi Saya akan tetap merekomendasikan spot ini untuk dikunjungi mengingat karakteristik kontur penyelamannya yang unik dan tidak biasa.

Kontur dasar peraiannya bukan flat, wall atau slope seperti yang sudah-sudah, tapi tentu saja berupa kawah-kawah dengan jarak yang dekat dan kedalaman yang berbeda-beda kisaran 18-25 meter dan beberapa kawah lebih dalam lagi. Ada sensasi yang lucu saat menyelam disana, saat Saya masuk kedalam bibir kawah yang berdiameter kurang lebih 5 meter. Suasana menjadi sedikit gelap dan agak buram. Ada gelembung-gelembung aneh yang keluar dari sebuah retakan di dasar kawah. Terkadang semua tiba-tiba menjadi buram oleh gelombang air panas yang keluar dari kawah, mendorong penyelam kearah permukaan secara tiba-tiba.

Dari kesemuanya itu Saya suka sekali, semoga kalian juga suka dan bisa mencicipinya J

sharkdiving indonesia dive map of morotai revisi januari-Recovered



Cara Traveling Gratis ala Trinity dan Yasmin



Jadi saya mau ceritakan tentang buku ini, “69 Cara Traveling Gratis”.
Menarik? Hmm cukup menarik menurut saya, ada beberapa cara unik yang mungkin sebelumnya tidak pernah saya fikirkan. Saya bukan beli buku ini karena setengah mati kepingin traveling gratis, tapi lebih karena rasa penasaran saja.

Judul buku = 69 Cara Traveling Gratis
Penulis = Trinity and Yasmin
Start baca 30 juni 2018 – 5 juli 2018

kamera mb alif 2229
cover dari buku yang tersebut

Iyaa, tidak memerlukan waktu yang lama untuk membaca buku ini. Bahasa yang digunakan ringan, pun begitu dengan hal-hal yang disampaikan. Mulai dari mengambil peluang untuk mengikuti student exchange, menjadi make up artist, berprofesi menjadi reporter dan bahkan sampai menikah atau menjadi simpanan orang kayaaaa, wah hello, gila juga nih hahaha.

Tapi ada beberapa hal atau cara yang menarik perhatian saya, contohnya cara nomor 25, caranya adalah menjadi anggota dalam sirkus keliling. Menurut saya ini menarik sekali, karena yang saya lihat sirkus itu seperti hal yang menakjubkan (sirkus-sirkus yang saya lihat di tv), selalu mempertunjukkan hal yang unik dan tidak semua orang bisa melakukan hal tersebut, bahkan kadang berbahaya. Dan lagi saya tuh seperti jarang banget lihat sirkus di Indonesia, ini apa saya yang katrok ya?

Lalu ada juga cara nomor 42 yaitu profesi sebagai pendongeng atau pesulap, nah yang saya tertarik sih jadi pendongeng nya. Sepertinya seru. Saya tuh lumayan suka dengan anak-anak, apalagi mengingat suara saya yang cempreng dan seperti suara anak kecil hehehe. Sepertinya saya mau coba untuk belajar mendongeng, salah satunya supaya bisa ajak anak-anak kecil bermain agar tidak terlalu terpaku dengan kecanggihan gadget. Ada yang pernah mendongeng? Saya mau diajari mendongeng dong..

Satu lagi nih yang unik, yang ini sebenarnya mirip-mirip dengan keluarga saya, yaitu menjadi TNI atau Polisi. Orang tua saya sih bekerja di Telkom dan satunya Polisi, dan dua hal ini sama-sama menciptakan keadaan dimana orang tua saya tugaskan di luar daerah jawa. Asiknyaa, ya betul seperti yang disampaikan oleh kak Trinity dalam buku ini profesi ini bisa membawa anda traveling gratis ahhaha. Dan itu lebih ke orangnya masing-masing, menganggap itu sebagai kesempatan traveling gratis atau lebih seperti terlempar jauh di tempat yang tidak dia kenali.

Kalau boleh sih saya mau menambahkan profesi sebagai dive guide sebagai salah satu dari sekian banyak profesi yang bisa bikin kamu traveling gratis hehehe. Iyaa, sebagai dive guide biasanya akan menemani grup diving, kemana aja mereka dive. Yaa kadang bisa saja dari dive center yang mengadakan open trip. Setidaknya punya sertifikat rescue atau dive master bisa digunakan sebagai bekal untuk jadi guide. Seru lohh tripnya bikin kamu jalan-jalan di darat dan diving juga, siapa sih jaman sekarang yang tidak kenal dengan dunia diving? Yang belum kenal, ayoklah kenalan.

by the way salam kenal yaa, buat yang belum kenal dengan dunia diving saya dan teman-teman siap dan dengan hati gembira ingin mengajak kalian berkenalan 🙂

The Secret



“Harus dirahasiakan dongg !” kata Kakak Saya waktu Saya tanya pernah baca buku ini atau belum.

IMG20180616220123

Penulisnya Rhonda Byrne, mulai Saya baca sejak tgl 6 mei 2018, dan sekarang sudah lebih dari satu bulan untuk membaca buku ini. Awalnya sama sekali tidak tertarik, tapi bentuknya yang kecil dan tidak tahu ada dorongan apa Saya baca beberapa halaman awal. Yang awalnya tidak peduli, sekarang jadi kecanduan dan merasa harus dibaca sampai tuntas bahkan Saya merasa harus mampu menerapkan apa yang disampaikan dalam buku ini.

Sesuai dengan namanya, dalam buku ini sang penulis katakan dia ingin membongkar rahasia kepada dunia, dan ternyata sudah di film kan. Soo, Saya rasa kelak namanya bukan rahasia lagi.. mungkin pengetahuan umum?

Then langsung saja, bahwasanya rahasia yang ingin disampaikan itu dinamakan “Hukum Tarik-Menarik”. Yapp, namanya sesimpel itu saja. Dikatakan dimana sebuah fikiran dapat terjadi tepat seperti apa yang ada dalam fikiran itu. Seperti suatu hal akan terjadi sesuai dengan apa yang kamu inginkan, atau apa yang kamu minta. Apa yang kamu minta, yang kamu fikirkan akan menarik hal itu benar-benar terjadi di masa depan. Semesta akan mendengar permintaanmu, dan akan mewujudkannya.

Mungkin untuk beberapa orang tidak dapat menerima apa yang disampaikan oleh buku ini berdasarkan alasannya masing-masing. Tapi bagi Saya hal ini masuk akal atau mungkin sebenarnya tidak, hanya saja memang otak Saya setuju untuk menyepakatinya. Dalam pandangan lain mungkin ini seperti sesuatu yang memberikan harapan. Namun yang Saya sukai adalah inti dari semua itu mengajak kita untuk selalu berfikir positif, dan optimis.

Teman Saya sempat bilang takut untuk melanjutkan buku ini, ada ketakutan seperti bagaimana kalau dia memikirkan hal-hal buruk secara terus menerus dan itu akan terjadi? Sebenarnya dia percaya, tapi mungkin karena ketakutan itu muncul dan dia memilih tidak mempercayai sepenuhnya (?) who knows.

By the way Saya tetap lanjut baca buku ini, ada satu hal yang kurang Saya senangi namun rasanya menjadi bagian yang cukup penting dalam penerapan hukum tarik menarik. And the book told me “cara menggunakan rahasia”.  Langkah nomor satu adalah Meminta, kemudian Percaya, dan yang terakhir adalah Menerima.

Sesuai dengan apa yang terangkum dalam buku ini dikatakan :

  • Proses penciptaan membantu Anda menciptakan apa yang Anda inginkan dalam tiga langkah sederhana : meminta, percaya dan menerima.
  • Meminta apa yang Anda inginkan kepada Semesta adalah kesempatan untuk menjelaskan apa yang Anda inginkan kepada diri sendiri. Ketika permintaan itu menjadi jelas di benak Anda, Anda sudah memintanya.
  • Percaya melibatkan bertindak, berbicara, dan berfikir seakan-akan Anda sudah menerima apa yang anda minta. Ketika Anda memunculkan frekuensi menerima, hukum tarik-menarik akan menggerakkan orang, peristiwa, dan situasi kepada Anda untuk menerima.
  • Menerima melibatkan perasaan seperti yang Anda rasakan ketika permintaan Anda terwujud. Merasa baik dan senang pada saat kini akan menempatkan Anda pada frekuensi yang Anda minta.

Pada tahapan ketiga disampaikan juga bahwa Anda perlu membayangkan dan benar-benar mempercayai, memvisualisasikan perasaan dan seperti apa kondisinya ketika keinginan Anda menjadi nyata. Saya merasa agak terganggu dengan hal itu, seperti ada sedikit unsur keterpaksaan, seperti kamu terlalu memaksakan bahkan sampai ke tahap dimana kamu harus berkhayal-khayal.

Tapi ketika Saya lanjutkan lagi dan sambil mencoba meminta hal yang Saya inginkan (jujur saja permintaan Saya tidak lepas dari keragu-raguan di dasar hati). Dan tanpa sadar ternyata Saya beberapa kali membayangkan kejadian-kejadian ketika mimpi Saya menjadi nyata. Sempat kaget, apa Saya sudah terpengaruh oleh buku ini?

Namun rasanya penjelasan dari tiga tahapan proses di atas bukanlah sesuatu yang dibuat-buat. Melainkan penjelasan masuk akal dari apa yang selama ini kita lakukan, bahkan tanpa kita sadari. Tanpa kita sadari selama ini otak kita telah menerapkan hukum tarik-menarik. Kita hanya tidak sadar seberapa berdayanya kekuatan fikiran kita.

Masih ada beberapa penjelasan seru dari buku ini, mungkin nanti akan Saya lanjutkan. See you <3



Membaui Aroma Karsa

Lanjut membaca, oke, jadi saya sedang membaca buku yang judulnya adalah “Aroma Karsa” karya Dee Lestari. Inget banget deh dulu sepertinya saya suka baca-baca novel begini jaman SMA. Sekian lama tidak membaca novel ternyata selera saya juga sudah mulai bergeser. Awalnya excited dan merasa tertarik banget saat membacanya. Mulai dari gaya penulisan, lalu banyaknya informasi-informasi baru yang bisa di dapat dari membaca buku ini, kekayaan bahasa yang dimiliki si penulis mampu menyenangkan hati pembacanya.

Hanya saja yaa, namanya juga novel pasti ada bumbu nya. Nah ternyata selera saya sudah tidak begitu senang mengecap rasa dari bumbu ini. Yang saya maksud di sini adalah bagian dari cerita bahwa.. bahwa ada tokoh wanita sebagai tokoh utamanya, Tanaya Suma. Tokoh wanita ini sudah punya kekasih, kemudian baru bertemu dengan tokoh utama laki-laki, Jati Wesi.

Huftt, mulai lah ada percikan-percikan api asmara diantara Suma dan Jati. Kenapa sih harus begitu, kenapa tidak membiarkan sepasang kekasih yang sudah bersama agar adem tenteram. Bahkan biarpun ini sebuah novel, apakah tidak bisa mempertimbangkan unsur keharmonisan sebuah jalinan kasih mereka?

Eiitss tapi secara keseluruhan ceritasaya suka buku ini. Ide ceritanya menarik, memadukan berbagai unsur petualangan, sejarah, cerita rakyat, keluarga dan cinta. Misteri tentang sebuah wangi tunggal dari sebuah bunga yang dikatakan memiliki kekuatan dahsyat dan mampu mengubah dunia, serta tercatat dalam sejarah Kerajaan Majapahit dengan sukses menjadi daya tarik yang memikat. Puspa Karsa, begitu nama bunga itu disebutkan berulang-ulang dalam buku ini. Merupakan perwujudan semacam dewa-dewi yang menampakkan dirinya dalam bentuk bunga.

Kepentingan seorang wanita bernama Raras Prayagung membulatkan tekat memberangkatkan sebuah tim ekspedisi dengan jumlah orang yang sedikit. Berangkat menuju suatu lokasi yang tertuliskan dalam sebuah lontar dan prasasti sejarah, menuju satu lokasi yang sering kita dengar, Gunung Lawu. Gunung yang walaupun sudah ramai dikunjungi oleh para pendaki, namun dikenal masih memiliki seribu misteri di dalamnya.

Berangkat dari rasa penasaran terkait misteri yang berada di Gunung Lawu dan didukung kemampuan si penulis dalam penuturannya yang runtut dan begitu jelas. Mengantarkan sekaligus mengikat saya untuk terus meneruskan membaca hingga pada halaman terakhir cerita ini dituliskan. Misteri yang tertuang dan secara perlahan mulai terlihat membuat hati pembaca merasakan sensasi gemas. Hahaha. Apakah hanya saya atau pembaca yang lain juga merasakan hal yang sama?

Sesuai dengan judulnya, cerita dalam buku ini sendiri mengangkat ide cerita mengenai aroma, kemampuan membaui. Seperti demikianlah yang disampaikan sang penulis di bagian belakang buku ini. Anyway dari pada penasaran seperti apa sih ceritanya, langsung cari buku nya dan bacalah. Selamat membaca, love.

Thankyou Aroma Karsa.