Authentic Place in Solo City? Cekidot

Beberapa minggu terakhir ini sepertinya saya sering banget ke Solo, selain untuk mengunjungi simbah putri dari ibu yang tinggal di Bekonang, Solo. Terlepas dari mengunjungi rumah simbah, kota Solo memang menarik untuk di kunjungi loh. Buat para pecinta yang berbau antik-antik, sejarah dan hal etnik begitu cocok deh. Nih ada beberapa tempat menarik yang bisa dikunjungi kalau kamu sempat mampir ke Solo.

Ngarsopuro, tempat ini nih pasar yang menjualkan barang-barang antik. Mulai dari lampu, koin, telefon jadul, patung-patung, setrika uap, sepeda lawas, kacamata entah dari tahun berapa, topeng, anting-anting antik, susuk konde dengan detail yang menarik dan warnanya keemasan memperlihatkan kecantikannya dari jaman dahulu belum juga pudar. Duehh.. saya tuh suka banget lihat yang jadul, etnik-etnik gini, apalagi kalau lihat yang keemasan atau lampu-lampu gantung yang agak berkilau-kilau gitu saya suka banget. Kalian kenal dengan Himawari dalam kartun Sinchan? Himawari ini adiknya si Sincan yang suka banget dengan benda-benda berkilau, kalau mau digambarkan yaa saya mirip-mirip dengan si Himawari ini, suka banget sama yang berkilau-kilau. Aduduhh, bahaya yaa.

Ngarsopuro atau Pasar Triwindu Ngarsopuro, seperti yang tertera di gerbang nya ini letaknya di daerah Banjarsari, Surakarta jl. Diponegoro, dekat dengan pasar Nonongan. Eiits udah pada tau pasar Nonongan? Nanti saya ceritain juga yaa. Kalau kalian mau ke Ngarsopuro, pasar ini buka mulai dari jam 09:00 pagi sampai jam 05:00 sore walaupun biasanya jam setengah 5 sore toko-toko sudah banyak yang tutup, cyiin. Saya jarang banget ke Ngarsopuro, pertama kalinya dulu ke pasar ini sama teman sekolah saya, namanya Icak (Yusica). Kami sempat berkeliling dan foto-foto selama beberapa jam, tapi sepertinya tidak beli barang apapaun hahaha harap makhlum yaa masih anak sekolah, belum punya kebutuhan seputar barang antik ini.

Kalau sudah siang hari dan lagi berada di kota atau tempat-tempat belanja seperti PGS dan Pasar Klewer, kita bisa merapat ke Masjid Agung Kraton Surakarta / Solo yang tempatnya sangat strategis dan dekat dengan dua pusat perbelanjaan ini. Kemarin saat menemani si kakak ke Pasar Klewer untuk beli kain, siangnya kami lalu menyeberang dan mampir shalat dzuhur di masid ini. Entah kenapa rasanya adem banget di masjid ini. Masjid yang berdiri sejak 1768 ini masih eksis dan memiliki ukuran besar yang mampu menampung jamaah besar seperti keperluan shalat jumat, shalad ied, dan kegiatan kerajaan yang berkaitan dengan keagaman. Eh iyaa, keraton nya terletak tidak jauh dari masjid ini dong pastinya. Ada yang sudah pernah kesana? Kalau mau kesana bareng yuk? Hahaha.

Hmm, bangunannya mirip dengan Masjid Agung Semarang yang sekarang ini lebih terkenal dengan Masjid Kauman, karena terletak di kawasan tersebut. Masjid Agung Keraton Surakarta ini memiliki bangunan dengan tembok berwarna putih, lantai keramik berwarna putih gading, dan atap berwarna biru muda yang cantik dan menyenangkan, ada lampu gantung berwarna coklat keemasan yang menambah angun suasana masjid. Di tengah hari yang panas tapi rasanya bisa adem banget ada di dalam masjid ini, masyaAllah. Sebenarnya kalau mau dilihat masjid ini memiliki tampilan yang sangat sederhana, dan memiliki jama’ah yang banyak dengan shaf nya yang penuh.

Beberapa kesamaan antara Masjid Agung Surakarta dan Masjid Kauman adalah ketika masuk ke tempat wudhu dan kamar kecil nya, lantai dan tempat airnya selalu bersih, dan airnya seperti mengalir bergelimangan, banyak sekali. Ada tempat penitipan barang, ada peminjaman mukena secara cuma-cuma, dan satu lagi nih yang sepertinya di masjid-masjid besar pada jaman modern ini belum pernah saya temukan di tempat lain. Ada petugas masjid yang secara khusus tugasnya adalah mengatur jama’ah, diantara lain saat shalat akan berlangsung. Petugas akan dengan tegas mengingatkan jama’ah untuk maju mengisi dan merapatkan shaf, jangan sampai ada yang bolong shafnya kan nanti bisa jadi celah untuk setan masuk yaa. Sudah gitu, ketika selesai shalat berjamaah dan ada banyak jamaah masbuk.. nantinya si petugas ini tanpa ragu meminta orang yang sudah selesai shalat dan sedang tidak berdoa ataupun shalat sunnah tapi masih bersantai di atas sajadah, agar mundur dan mempersilahkan saudaranya yang masbuk.

(masbuk itu jamaah yang datangnya terlambat gengs, artinya shalat sudah dimulai dan dia baru menyusul bergabung).

Wah btw kalau sudah siang tuh bawaannya lapar ya? Perut teriak-teriak, lapar dan asam lambung rasanya bisa bikin otak ikutan pusing dan udah berasa mau pingsan aja gitu. Duehh, serem yaa efek lapar tuh. Nih yang pingin nyoba kuliner di dekat Pasar Klewer. Coba tengok penjual sate yang berada tepat di perempatan sebelah barat Pasar Klewer. Entah asap dari satenya yang bikin kelenger atau memang masakannya begitu menggugah dan jarangnya warung makan lain disekitar sini, tapi disini pengunjungnya ramai sekali. Kami saja sampai memelas, nunggu dapet kursi sampai pelukan pada tiang biar tidak semaput duluan (hehehe lapar tingkat embohh). Alhamdulillahnya, yang jualan sudah cekatan banget dan makanan kami segera datang di meja, untuk kemudian melaksanakan tugasnya di dunia ini untuk menjadi sumber energi bagi kita para manusia.

Ada tengkleng, sate kambing, lontong opor (tapi bukan opor ayam, sad), gulai yang ehmmm sepertinya maknyoss, tongseng juga ada, dan beberapa menu yang terdengar menggugah selera dan sekaligus penuh lemak yaa sepertinya. Kok saya promosi banget kenapa sih, yaudala dipromosikan dan tidak memang sudah dasarnya ramai nih warung makannya. Cobain aja gengs, sensasi nunggunya tuh seru, apalagi saat makanan sudah sampai di meja kita. Gottcaaa! Langsung slantappp.

Akkhh Solo, sudah rindu gini. See you next time.