Morotai – Ternate (lewat jalur laut)

By the way saya akan mulai untuk ceritain perjalanan saya ke Ternate dan Tidore. Dua pulau dengan awalan huruf “T” yang paling sering kita temui dalam pelajaran sejarah. Tapi mungkin disini cerita tentang Ternate dulu yaa. Bertolak dari Pulau Morotai menuju Pulau Ternate menggunakan jalur laut, KM. Geovani waktu itu yang saya tumpangi. Kapal berangkat jam 9 malam waktu setempat dan sampai di tujuan jam 8 pagi keesokan harinya, dengan harga tiket Rp 160.000. Penuh dan sesak sekali malam itu, mungkin karena minggu terakhir sebelum libur lebaran.

Satu hal yang disayangkan karena waktu itu saya beli tiket terlalu siang, alhasil tiket sudah dalam genggaman tangan tapi tanpa nomor ranjang. Dan jadilah saya ndelosor-ndelosor di kursi, atau di kasur-kasur tipis di lorong lambung kapal. Apesnya, kasurnya sedikit robek yang ternyata di lorong itu ada aliran air buangan AC, heyy nice. Dengan rentan waktu perjalanan yang cukup lama, dengan angin laut yang dingin mendayu-dayu. Tapi waktu itu dingin jadi tidak terasa, karena kursi-kursi yang saya dan orang-orang kebanyakan duduki berada persis diatas mesin AC. Kami jadi dapat efek-efek dipijat dari mesin penghangat, setidaknya angin laut di malam hari menjadi tidak sedingin kenyataannya.

Sebenarnya waktu mau beli tiket sempat dapat saran dari Mulis dan Nengkes supaya melintas saja (melintas mean : Morotai-Tobelo-Sofifi-Ternate via jalur darat), tapi apalah arti lautan ini kalau belum pernah saya sebrangi. Ahelahh apa coba, ndak ada apa-apa padahal. Berlandaskan asas keingin tahuan dan rasa penasaran naik kapal Morotai-Ternate, dan kekangenan untuk tertiup-tiup angin laut di atas kapal akhirnya saya putuskan naik kapal. And you know next? Ternyata saya ada teman, om Amat juga mau naik kapal malam itu, dan sebenarnya dari situlah bagaimana saya bisa tidur di atas kasur saat sedang dalam perjalanan. Karena saya nebeng kasur hehee. Dan ketemu beberapa teman lain juga yang mau mudik.

Next dan langsung menuju Ternate, saya di jemput sodaranya teman, yang karena teman saya sedang sakit. My poor friend. Eitss masih ada teman lain kok yang sehat. Lili namanya, saya tinggal di kamar kos dia dan diajak jalan-jalan. Kita sempat jalan ke benteng-benteng yang ada di Ternate, karena memang disana wisata sejarahnya cukup menarik dan total ada empat benteng mengitari pulau ini. Benteng yang paling dekat adalah Benteng Kalamata, cantik banget, dari sini kita bisa langsung melihat ke arah Pulau Tidore, dan Pulau Maitara. Cantik sekali.

_DSC0578
Sejumput wajah dari Benteng Kalamata, dan ada simbahnya sebagai model. Itu di seberang nampak wajah Pulau Tidore.
_DSC0581
Kalau ada yang iseng-iseng pingin baca.

Selain itu ada Benteng Oranje di tengah-tengah kota, Benteng Tolukko yang letaknya seakan-akan di ujung tebing dan ternyata kecil banget tapi menawarkan pemandangan yang indah banget. Sayangnya waktu itu yang jaga benteng sedang pergi jadi saya tidak sempat masuk dan berfoto, padahal ini spot paling favorit orang-orang yang berkunjung. Satu lagi Benteng Kastela dan saya lupa persis letaknya ada di sebelah mana. Tapi saya rasa wisata benteng sudah cukup yaa.

Sore hari saya dan Lili kembali keluar dari kamar kos dan tancap gas menuju Danau Tolire, danau cantik di sisi lain Pulau Ternate. Terkenal sekali dengan kemampuan danau ini untuk menolak batu-batu yang dilemparkan pengunjung ke arah permukaan danau. Hahaha sebenarnya mungkin bukan menolak batu, tapi memang batu-batu yang dilemparkan sama orang-orang sudah jatuh lebih dulu di semak belukar sebelum menyentuh permukaan danau yang memang jaraknya cukup jauh. Mungkin kita harus mencoba melemparnya pakai ketapel?

Selain itu juga terkenal lohh karena ada buaya putih hidup di dalam sana, yaa posisi geografis danau yang beberapa ratus meter di bawah tempat pengunjung berdiri memang membuat kita takut-takut untuk mengintip ke dalamnya. Saya dan Lili salah satunya, penasaran ingin melihat si buaya putih dan kami menunggu beberapa saat. Memperhatikan gerak-gerik atau jejak-jejak getaran yang menggerakkan permukaan air. Waktu itu kami sempat mengamati ada pergerakan di permukaan air yang pergerakannya cukup besar (karena bisa dilihat dari tempat kami, jadi pastilah cukup besar), dan ada semacam bayangan memanjang mengikuti permukaan air yang bergerak itu. Kami sih berspekulasi itu mungkin adalah si buaya putih yang lagi asik kami perbincangkan.

Hehehe asiknyaa main tebak-tebakan. But, then kita melanjutkan perjalanan pulang dengan jalur yang berbeda. Mengitari pulau, kecil saja Pulau Ternate ini. Cukuplah untuk dikelilingi dalam waktu 1 sampai 1 setengah jam menggunakan kendaraan bermotor, kalau dengan berlari saya belum tahu tuh butuh waktu berapa lama. Tapi mungkin boleh dicoba, ada yang mau temani? Dan sore itu menjadi penutup hari, kami kembali dan mencari sepenggal jajanan untuk teman buka puasa.

How to get to Morotai Island.

Hi, hi everyone

here i want to make some notes to anyone who may be need this information, couse sometimes anyone comes and asking to my blog.

location: Army Dock, Morotai

I have been live in Morotai Island for six month this year, and that was fantastic opportunity for me. An island in the northenmost of North Moluccas, East Indonesia. You can see Pacific ocean from this island, heuuu. Ok, let me tellin you something that really nice to share. You can easily found some transportation to go to Morotai Island, that take place from Ternate, and also from Ternate to Morotai.

There are three alternative transportation you can use, you can go by plane, ship, or by car.

First, if you choose to use plane. There will be just one schedule that come from Ternate -Morotai. Here you are :

Ternate – Morotai on 11:55 wit (departure) – 12:40 wit (arrived)

Morotai – Ternate on 13:00 wit (departure) – 13:45 wit (arrived)

And yess, just one fleet and flight per day. It takes 45 minutes by plane, but yeah it’s quite expensive for me, and also you need to know that it takes almost 12 hours to get there from java. But it will be fine, couse you will loveee this island.

Next, i made this for you guys who loves the ocean.. just like me, and also who’s want to save some money. I would like to suggest this transportation, shipboard. Take aside fact that i want save my money, i love to do it, sailing. There is two shipboard named Geovani and Ratu Maria, here we go for the schedule :

Geovani

from Ternate to Morotai

  • Wednesday : 08:30 pm until 07:00 am.
  • Friday : 08:30 pm until 07:00 am.

from Morotai to Ternate

  • Thursday : 08:30 pm until 07:00 am.
  • Saturday : 08:30 pm until 07:00 am.

Ratu Maria

From Ternate to Morotai on thursday, saturday and monday. From Morotai to Ternate on Tuesday, Friday and Sunday. And the departure on 04:00 pm.

Also, for the cost you need to spend Rp 165.000,-

Next to the last stop, we can use car from Ternate to Morotai, but still need speedboat to help. “Ternate – Sofifi – Tobelo – Morotai”. Ternate – Sofifi (speedboat), Sofifi – Tobelo (car, kinda like angkot), Tobelo – Morotai (speedboat). For informations, Sofifi and Tobelo are located in North Halmahera.

You will need to spend Rp 50.000 to pay the speedboat from Ternate – Sofifi. And Rp 100.000 – Rp 120.000 to pay the car carter from Sofifi – Tobelo, also you need Rp 100.000 to pay the speedboat. You may be love it couse you can see the part of North Halmahera, and it’s more flexible than plane and shipboard.

Thats it, i will tell you immediatly if there are any new things to share. Just come, come to Morotai.

*if this article help you, just let me know 😀 thankyou

<head>
<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
<script>
  (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({
    google_ad_client: "ca-pub-7150879423210211",
    enable_page_level_ads: true
  });
</script>
</head>