Mari Pakai Plastik, dengan Bijak.

Soo, tadi sore saya lagi semangat semangatnya untuk olahraga. Nah saya akhirnya memutuskan untuk olahraga jalan kaki sore nih, inginnya sih lari sore.. tapi tidak kuat hehehe.
Saya jalan kaki dari rumah saya di Puri Asri Perdana, menuju Pasar Jati, Banyumanik. Nah saya sengaja jalan kaki sore-sore sekalian menuju ke pasar. Karena saya memang punya tujuan utama untuk beli makanan ikan di pasar. Cukup jauh sih, apalagi jalanan di Banyumanik yang cenderung naik turun yang sukses menambah kelelahan jiwa raga ini.

Saya tuh ingin kasih tahu moment ketika saya lagi asyik beli makanan ikan di toko kelontong yang khusus jual keperluan hewan-hewan peliharaan. Saya sudah biasa beli di situ, dan sudah hafal dengan orang-orang yang jualan, entah yang jualan ingat saya atau tidak huehehhe.

Nah di sana ada dua bapak-bapak, yang satu bapak kurus dan saya rasa itu bapak yang punya toko. Yang kedua bapak gemuk, ini sih pastinya pegawainya dan sudah lumayan terbiasa menyediakan pesanan para pembeli. Nah sore tadi ketika saya datang ada pegawai baru, masih muda, agak bocah lah, cah Lanang. Kelihatan cukup bersemangat. Tapi mungkin agak sedikit kurang fokus, dan mungkin karena belum terbiasa menghadapi pembeli jadi masih ada salah-salah dan bingung.

Terbukti guys, karena di sore hari yang cerah dan bersemangat itu si pegawai baru ini salah menyiapkan pesanan saya. Dengan wajah bingung dia berusaha memastikan pesanan saya, yasudah saya ulangi lagi. Ya mungkin memang ada miss communication diantara kita berdua haha. Tapi anehnya si bapak yang agak gendut ikutan nimbrung, tidak melewati batas-batasnya sih. Hanya saja dalam beberapa situasi agak terasa memojokkan dan tidak mencarikan solusi.

Eh si bapak pemilik toko kelontongan akhirnya turun tangan dan langsung menyiapkan pesanan saya sendiri hehe. Okeeh baiklah, saya sebenarnya ingin menceritakan hal lainnya dari peristiwa jual beli ini.

Jadi saya kalau belanja, mencoba untuk membawa wadah belanjaan sendiri. Contohnya saya bawa tas belanja, bawa plastik belanja sendiri, kalau lagi mau jajan minuman atau kelapa muda ya saya bawa tumbler. Kalau mau jajan makanan bawa tupperware sendiri (eeceilee malah promosi produk, hehe). Tidak selalu sih, tapi ya sebisa mungkin saya mulai sedikit demi sedikit supaya terbiasa.

IMG_20181003_221318_967

Waktu beli makanan ikan ini juga contohnya, plastik yang sudah terpakai waktu saya beli makanan ikan sebelumnya, saya bersihkan dan simpan, kemudian saya pakai lagi untuk beli makanan ikan yang sama di kemudian hari. Mudah banget loh untuk ikut andil dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Menurut saya ada yang lebih penting dari buang sampah pada tempatnya. Tapi yang lebih penting lagi adalah kita juga mulai mengurangi penggunaan plastik “satu kali pakai” yang dapat menambah sampah dunia. Kan sedih yaa, cuman satu kali dipakai dan kemudian langsung dibuang.
Nah jadi paling asyik tuh, selagi kita berusaha mengurangi penggunaan plastik satu kali pakai, kita gunakan lagi barang-barang (plastik) yang masih layak pakai, dan kita juga membersihkan sampah-sampah yang sekiranya mengotori atau tidak pada tempatnya. Alternatif lainnya ada juga yang aktif mengolah limbah-limbah sampai itu menjadi kerajinan atau hal lain yang bisa bernilai tambah. keren yaa. kamu pasti bisa.

By the way, saya sudah ngomong panjang lebar begini untuk mengajak kamu mengurangi penggunaan plastik “satu kali pakai”, atau kadang lebih terkenal dengan “single useplastic. Kamu tau kan alasannya kenapa hal itu penting?

Mari pakai plastik, dengan lebih bijak dalam menggunakan plastik. Selamat berbahagia 🙂