Senang Banget Ikut Pecah Rekor Muri, Penyelaman Wanita Terbanyak.



Hidup di kota besar selama lebih dari dua bulan tanpa diving membuat saya bersyukur banget bisa diving di Manado tempo hari.. walaupun tidak sejernih perairan Morotai, dengan substrat dasar seperti halnya tanah berwarna coklat dan bukan dengan pemandangan hamparan terumbu karang dan biota-biota unik memanjakan mata. (sombong dikit boleh ya? maafkan :p)

Yapps kali ini saya dapat kesempatan diving di Manado dalam acara yang diadakan oleh WASI (Wanita Selam Indonesia) dalam kegiatannya untuk mencapai rekor muri dengan jumlah penyelam wanita terbanyak dan pembentangan bendera merah putih terpanjang di dalam air. Kali ini bukan cuman datang untuk fun dive, tapi sekaligus untuk kerjaan, karena saya bertugas mendampingi orang diving. Yaa kita anggap saja seperti guide selam.

img-20180811-wa0084.jpg
salah satu foto bersama setelah selesai penyelaman, dapat piagam dan sertifikat.

Menarik banget sih menurut saya pribadi. Pertama, karena ini kali pertama saya ikut dalam pencapaian rekor muri. Kedua, sepertinya asal muasal saya ingin menyelam itu karena waktu kecil saya diajak snorkling-snorkling di Bunaken. Dan sekarang? Waww saya datang ke Manado untuk menyelam, walaupun bukan di Bunaken sih menyelamnya, but make me still excitedddd.

Ketiga, saya dari Semarang terbang ke Manado untuk jagain orang menyelam.. menarik, mengingat, saya juga kemampuan menyelamnya sangat seadanya. Tapi asli saya merasa sumringah dan agak tertantang karena ada misi yang lebih menarik dari sekedar menyelam-menyelam biasanya (yang juga sebenarnya biasa saja karena hanya di kedalaman 8 meter hehe). Keempat, segala persiapan dan penyambutan dari panita WASI nya kece banget, jumlah peserta yang datar saja saya yakin ada 1000an (tapi karena beberapa hal mungkin pendaftaran mereka tidak sesuai proses untuk ikut, sehingga yang terdaftar hanya sekitar 920 orang). Penjemputan dan pendampingan lain tertata, sekaligus dari sini saya bisa belajar bagaimana mereka memanage kegiatan sebesar ini.

Kelima, sekalian bisa silaturahmi dengan teman-teman, juga silaturahmi dengan temannya orang tua saya, yang tinggal di Manado. Hanya saja karena memang datang untuk kerja, jadi susah banget mau ketemu teman, harus curi-curi waktu baru dapat tatap muka.

Tanggal 10 Agustus 2018 pagi para peserta sudah tiba di lokasi kegiatan yang bertempat di kawasan Megamas untuk penyerahan alat diving sesuai dengan kelompok yang sudah dibagikan. Banyak sekali penyelam yang datang secara berkelompok, beberapa dari mereka baru jadi penyelam khusus untuk ikut kegiatan ini. Soo, menurut kamu apakah kegiatan ini mendatangkan manfaat karena berhasil melahirkan ratusan penyelam wanita? Nah saya sendiri disini terdaftar dalam peserta umum, yang kelompoknya terletak paling ujung.. jauh banget deh dari panggung acara hehe. Saya dan teman saya (Kak Ceri) tugasnya diving sekaligus menemani Ibu Bupati Morotai (dan dua orang temannya) diving dalam kegiatan ini.

IMG_20180810_170818_183
Our scuba gear is ready, and we are ready yeyyy.
IMG_20180810_072958_746
Lucuu banget ga sih, scuba tanknya diberi mark warna pink di lehernya.

Pada hari H, tanggal 11 Agustus 2018, semua peserta dan seluruh jajaran yang bertugas sudah berkumpul di Megamas sejak pukul 5 pagi. Setiap kelompok akan dipimpin dan dikawal oleh safety divers yang berjumlah 5-6 orang, beberapa dari mereka bersertifikat rescue diver, dive master, ataupun instruktur. Sebelum mulai diving kami diberikan briefing singkat oleh dive leader di kelompok kami, Pak Ken namanya, asik banget pembawaannya, dan yang terpenting mampu menguatkan semangat para lady divers sembari menunggu waktu menyelam.

Saya dan buddy saya Bu Monika waktu itu berada di kelompok terakhir nomor 21, kelompok U. Setelah siap dengan peralatan selam, kami bersama buddy masing-masing menuruni tangga dan berenang menuju lokasi penyelaman yang disediakan. Nah disini dibagi tugas dalam pemecahan rekor muri. Ada dua kategori dalam pencapaian rekor muri ini, yang pertama penyelaman massal wanita penyelam terbanyak dan yang kedua adalah pengibaran bendera merah putih terpanjang di bawah laut Indonesia oleh penyelam wanita.

IMG-20180811-WA0083
Foto bersama dulu dengan team Morotai yakan. View belakangnya gagah banget guys, ada kapal fery dengan layar bertuliskan WASI.
img-20180812-wa0041.jpg
Permukaan laut mendadak ramai oleh para penyelam wanita yang dibakar semangat dan antusias.

Nantinya dari kurang lebih 920 penyelam wanita yang sudah terdaftar akan menyelam bersama-sama, sembari dilakukan pengibaran bendera merah putih sepanjang 500 meter di lokasi yang sama dengan lokasi penyelaman. Setiap penyelam diberi kaos dengan warna yang berbeda tiap kelompoknya, dan di dasar perairannya sudah diberikan mark sebagai sign untuk tempat yang harus di tempati oleh para penyelam. Tujuannya tentu supaya para penyelam dengan jumlah yang begitu banyaknya tidak tersebar sembarangan, selain itu bisa tetap dekat dengan buddy dan berada dalam kelompoknya.

Sedangkan untuk pengibaran benderanya, sekitar 80 penyelam wanita sudah ditentukan oleh panitia untuk membantu dalam pembentangnnya di dalam air. Dan yang pasti pengibaran bendera ini dipimpin oleh Bu Tri Tito selaku ketua umum dari Wanita Selam Indonesia. Kalian bisa lihat video pengibaran bendera ini di youtube dengan keyword pengibaran bendera merah putih oleh penyelam wanita.

IMG-20180810-WA0026
Dapat beberapa teman baru, para lady divers kece nan tangguh dan yaa pastinya kita berisik.

Sebagai salah satu peserta yang kebagian tempat di ujung barisan, saya dan Bu Monika cuman bisa bengong-bengong lihatin buddy, lihatin bendera merah putih yang sudah terbentang di depan kami, kadang gemashh lihat safety divers yang berkeliyaran renang dan mengambang-ngambang di atas saya, kadang tiba-tiba ada badai pasir karena teman penyelam yang di sekitar tiba-tiba kakinya gerak dan bikin substrat naik. Pada menit-menit pertama kita sampai di dasar perairan, penglihatannya buram sekali, mungkin hanya jarak lima meter saja jarak pandangnya.

Sekitar 15 menit kemudian saya dengar suara dentingan yang pasti berasal dari pointer yang dihantamkan ke badan tank scuba, karena jarak pandang yang sempit saya tolah-toleh cari sumber suara, tiba-tiba muncul penyelam di depan kita dengan jarak hanya 30 cm lah kurang lebih. Mengambang di kolom air dengan anggun sembari ujung tangan kanannya berada di pelipis dahi nya, sedang memberi hormat. Ternyata Ibu Tri Tito. Saya sempat bingung tapi langsung ikut membalas dengan kembali memberi hormat. Lupa saya kalau lagi pengibaran bendera. Btw setelah itu ibunya mau coba pakai sea scooter milik cameramen beliau, eh tapi nyeruduk-nyeruduk diri saya dari belakang dong.. kan kaget saya nya ini hehe. It’s okey, forget it.

Kami yang lagi bengong menunggu instruksi untuk naik, akhirnya mendapat hiburan dengan kehadiran cameramen yang mondar-mandir di depan barisan kami. Lucunya punya buddy yang aktif adalah buddy saya melambai-lambaikan tangan ke cameramen, minta di foto hehe. Untung tidak langsung renang maju nyamperin cameramennya ya Bu. Saya sih bantu panggil saja, dan tentu ikut siap-siap berfoto sambil sedikit menahan ketawa geli.

IMG-20180811-WA0079
me and my buddy eksis depan kamera, rock it buddy.

Menyelam sekitar 20 menit di dasar perairan, akhirnya datang instruksi naik. Di permukaan air para lady divers sudah heboh dan suara ramai menggema memenuhi kolom udara, kurang jelas ada apanya. Sebagian heboh dengan temannya, beberapa bingung tidak tahu apa sebab, dan kebanyakan (termasuk saya) heboh sambil melambaikan tangan ke langit dan sambil sedikit memekik gembira, karena drone bolak-balik lalu lalang di atas kami, para lady divers yang baru saja berhasil menyelesaikan rekor muri-nya. “Rekor Muri Penyelaman Massal Penyelam Wanita, dan Pembentangan Bendera Merah Putih Terpanjang oleh Penyelam Wanita. Manado, 11 Agustus 2018”.

Selamat menyelam Buddy, remember safety first. No safety, no dive.