Belajar Sabar

Kalau biasanya hanya bisa asal menyeletukkan teori “harus sabar” “tenang” “coba cari alternatif pembelajaran” “harus sabar menjelaskan ke anak-anak”. Sekarang seperti bentuk ujian nyata, dimana harus benar-benar sabar dan ingat untuk menjelaskan secara runtut kepada si bocil-bocil. Atau lebih tepatnya persiapan ujian sih buat saya hahaha. Hmmm, persiapan ujian yang luar biasa diawal waktu yaa.

Mulai dari banyak anak-anak yang masih galak, egois, dan kadang suka main tangan plus kaki. Ada yang suka teriak-teriak, masih tidak mau diajak mengaji. Atau bahkan yang mulai tumbuh dan semakin bertenaga, semakin doyan lari-larian. Sudah mulai harus tegas.

Kadang ingin hati marah-marah saja, tapi kan mereka masih anak-anak. Mereka bertingkah (yang menurut kita menyebalkan) seperti itu karena belum tau. Makanya harus dijelaskan secara runtut, perlahan, dan mungkin juga butuh berkali-kali.

Kadang ingin hati mengajak mereka belajar dari pada lihat mereka teriak-teriak lalu tidak lama malah menangis. Tapi cukup bingung juga apa yaa enaknya yang bisa dipelajari dan dijelaskan kepada mereka. Hemmm. Maka kadang sok-sok an membaca buku cerita bisa jadi jalan keluarnya. Eheee. Belajar mendongen terdengar seru yaa. Gimana menurut kamu? Dongeng apakah yang cukup menarik untuk dipentaskan?