Tidak Pernah se-Sehat Dulu Lagi.

(untuk beberapa waktu ini)

Beberapa hal mulai saya sadari saat memasuki dunia dewasa dan bekerja. Hidup dalam rutinitas yang lebih padat dan lebih monoton. Yaaa, walaupun tetap ada tantangan disetiap harinya. Ternyata ini yang namanya hidup itu belum hidup kalau tidak ada tantangan di dalamnya.

Dengan jadwal sekolah dimulai dengan hari senin hingga jumat setiap minggunya. Waktu untuk istirahat dan melakukan berbagai target kegiatan lain ternyata cukup susah untuk dilakukan. Seperti keperluan mencari barang dagangan, keinginan berkunjung ke tempat teman, target rutin berolahraga setiap minggunya, juga keinginan mengerjakan target lainnya di luar kegiatan sekolah. Ternyata ada-ada saja. Sama halnya juga ketika badan sedang merasa drop, membutuhkan istirahat yang panjang dan cukup lama. Tapi apa daya, belum juga pulih benar kita sudah harus berangkat ke tempat kerja.

Ternyata seperti itu kehidupan sebagai dewasa, menjadi sehat setiap saat adalah tuntutan. Ada kewajiban yang harus dituntaskan. Menggigil dan bergetar, pening dan rasa kepala seperti tenggelam harus kau kesampingkan. Apa kabar dengan yang dirasakan orangtuaku yaa? Cukup berbeda dengan saat dulu masih menjadi siswa di sekolah, dan juga ketika menyandang status mahasiswi.

“Aku sakit makk!” keluh saya ketika masih kecil dulu (atau seperti itulah kalau diumpamakan).

Kalau masih sekolah dan tidak enak badan sedikit, pasti bawaanya langsung ijin. Tidak masuk sekolah, seharian istirahat, besok kalau masih tidak enak badan, lanjuttt ijin lagi.

Apalagi jaman kuliah, jangan ditanya. Ngaku deh kalian, pasti doyan absen yaa hehehe. Maafkan daku yaa wahai orangtua. Kalian akhirnya mengetahui kenyataan ini.

Dengan kebiasaan yang begitu longgarnya, sekarang berubah habitat dan kebiasaan menjadi lebih padat, konstan dan monoton. Rasanya badan ini sedikit-sedikit agak kewalahan di beberapa kondisi.

Tapi bukan kah itu sisi menariknya ya? Mengetahui fakta-fakta baru, menyesuaikan lagi gaya hidup. Ahhh, hidup memang begitu asik saat ada tantangan. Walaupun memang begitu menyakitkan saat tantangan itu tidak berhasil kita takhlukkan.

Bagaimana dengan mu? Bagaimana ceritamu? Asik sekaligus melelahkan dan menyebalkan kah? Semoga apapun itu kau bisa mengubahnya menjadi energi positif. Love youu, happy reading.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *